Sosialisasi "Pentingnya Literasi dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat"

  • 23 Jul 2026 09:42 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, pada Rabu 22 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Pentingnya Literasi dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat" dan diikuti oleh pengelola perpustakaan kelurahan serta Taman Baca Masyarakat (TBM) se-Kota Batam.

Program TPBIS bertujuan meningkatkan peran perpustakaan, dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mampu mendorong kreativitas, pengembangan keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini juga mengedepankan layanan informasi, pelibatan masyarakat, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan media.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau sekaligus narasumber, Dr. Moh. Bisri, S.K.M., M.Kes., mengatakan bahwa di Kepulauan Riau, proses transformasi perpustakaan paling terlihat di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna. Sementara itu, Kota Batam memiliki tantangan yang lebih kompleks.

"Jadi mereka itu meningkat karena banyak program-program inovasi yang dilakukan ya. Di Anambas dia ada motor keliling untuk menjangkau desa-desa. Di Natuna itu desanya, kan dia pulau ya, ada yang pulau, ada yang desa. Nah di desa tadi dengan memperkuat perpustakaan desanya. Tapi sekali lagi itu peran kepala desanya sangat penting. Batam itu permasalahannya komplek, Batam yang sudah menyediakan fasilitas segala macem. Sosial ekonomi masyarakatnya itu bagus. Rata-rata keluarga punya kemampuan membeli HP dan lain-lain. Di satu sisi mungkin maksudnya bagus lah komunikasi dengan anaknya. Tapi di situ ada macam-macam. Apa yang ada di HP ini yang harus diperhatiin. Kan itu akan masuk semua informasi ini ke Kepala Anak ini," ungkap Bisri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Dr. Herman Rozie, S.STP., M.Si., berharap literasi dapat menjadi kebutuhan sekaligus budaya di tengah masyarakat.

"Ya, setelah ini kan tentu kita berharap bagaimana literasi di masyarakat itu menjadi satu kebutuhan. Seperti yang dikatakan oleh Pak Kadis Provinsi tadi, Batam ini kan jumlah penduduk terbesar. Mungkin ekonominya juga terbesar. Padahal kan keinginan kita hari ini literasi bukan sekedar membaca. Tetapi bagaimana kita memahami dan meimplementasikan apa yang kita baca. Kita mencoba nanti masyarakat Batam ini, mungkin bagaimana mereka kembali mencintai perpustakaan. Karena tadi, di dalam TPBIS tadi disampaikan bahwa perpustakaan itu bukan hanya untuk tempat baca. Tapi tempat berkumpul, bersilaturami, bertukar pikiran, berinteraksi secara sosial, dan mungkin lebih luas lah.," jelas Herman.

Pemerintah Kota Batam juga terus mendorong peran aktif lurah sebagai pembina, fasilitator, dan akselerator dalam pengembangan perpustakaan di tingkat kelurahan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan media, diharapkan budaya literasi semakin tumbuh dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam masih memiliki agenda Sosialisasi Strategi Membangun Budaya Literasi Menuju Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Batam. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 28 dan 29 Juli 2026 lokus Kecamatan Batam Kota dan Sagulung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....