Popularitas Siniar Meningkat, Indonesia Ikuti Tren Pertumbuhan Global
- 30 Jun 2026 18:05 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Siniar atau podcast semakin berkembang sebagai salah satu media digital yang digemari masyarakat, termasuk di Indonesia. Meski popularitasnya baru meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Tanah Air, format audio ini sebenarnya telah dikenal secara luas di berbagai negara sejak lama.
| Baca juga: XERF Kini Hadir di Embba Beaty Clinic Batam |
Pada 2004, media Inggris The Guardian bahkan menyebut podcast sebagai sebuah "revolusi audio". Seiring berkembangnya teknologi dan penggunaan perangkat seluler, jumlah pendengar podcast di berbagai negara terus meningkat, dengan ponsel menjadi perangkat yang paling banyak digunakan untuk mengakses konten audio tersebut.
Sejumlah negara tercatat memiliki jumlah pendengar podcast yang tinggi, di antaranya Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Australia, Amerika Serikat, Italia, Kanada, Prancis, Jepang, dan Jerman. Di Korea Selatan, tema yang paling banyak diminati meliputi berita dan politik, musik, komedi, film, serta pembelajaran bahasa.
Di Amerika Serikat, sebuah studi menunjukkan sekitar 51 persen populasi pernah mendengarkan podcast. Konten bertema budaya, bisnis, komedi, berita dan politik, serta kesehatan menjadi yang paling populer. Pendengar didominasi kelompok usia 25 hingga 34 tahun, sementara pengguna berusia 65 tahun ke atas masih relatif sedikit. Kondisi tersebut menunjukkan podcast lebih banyak diminati generasi muda yang akrab dengan internet dan perangkat digital.
Di Indonesia, minat terhadap podcast juga terus meningkat. Laporan DailySocial.id menunjukkan sekitar 80,82 persen responden pernah mendengarkan podcast pada 2018. Meski demikian, tidak seluruhnya menjadi pendengar rutin. Sekitar separuh responden mengaku belum yakin akan mendengarkan podcast secara reguler.
Survei yang sama juga menunjukkan sebagian besar pendengar lebih menyukai durasi podcast yang relatif singkat, yakni sekitar 10 hingga 20 menit. Di sisi lain, sejumlah kreator atau podcaster mulai memperoleh pendapatan melalui promosi produk maupun jasa yang mereka miliki, seperti dilansir dari Wikipedia.
Kemudahan dalam memproduksi dan mendistribusikan podcast turut mendorong semakin banyak masyarakat Indonesia membuat konten audio mereka sendiri. Tren tersebut diperkirakan terus berkembang, seiring upaya platform streaming seperti Spotify menghadirkan sistem monetisasi bagi para podcaster, termasuk melalui pengembangan teknologi penyisipan iklan pada layanan podcast.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....