Sekolah Inklusif Butuh Guru Terlatih dan Dukungan Orang Tua

  • 30 Jun 2026 08:57 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam- Keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kesiapan sekolah dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.

Pengawas Sekolah Tingkat SMP Dinas Pendidikan Kota Batam, Pini Hartati, mengatakan sekolah saat ini menghadapi tantangan yang semakin besar karena harus memberikan layanan pembelajaran kepada peserta didik dengan karakteristik yang beragam, termasuk anak dengan autisme. Menurutnya, banyak guru yang masih membutuhkan peningkatan kompetensi dalam memberikan pendampingan.

"Guru tidak memiliki kemampuan untuk melakukan screening awal. Guru tidak memiliki koneksi atau tidak memiliki kemampuan untuk menyampaikan ke keluarga di mana bisa melakukan asesmen ahli," kata Pini Hartati.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini tengah memperluas pelatihan Guru Pembimbing Khusus (GPK) agar guru reguler memiliki kemampuan mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus. Program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan sekolah yang terus meningkat.

Pengalaman serupa disampaikan Kepala Sekolah RA/MI Darul Ilmi Batam, Sutarsih. Menurutnya, sekolah yang dipimpinnya mulai menerima anak berkebutuhan khusus berangkat dari pengalaman pribadi sebagai orang tua yang memiliki anak difabel. Pengalaman tersebut mendorong sekolah terus belajar mengembangkan layanan pendidikan inklusif.

"Terkait autisme bukan berarti anak-anak ini tidak bisa belajar," ujar Sutarsih.

Ia menjelaskan setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda sehingga pendekatan pembelajaran juga harus disesuaikan. Di Darul Ilmi, sekolah mengombinasikan proses belajar dengan terapi melalui pendekatan School Based Therapy agar perkembangan anak dapat berlangsung secara lebih optimal.

Sutarsih juga menilai proses skrining sejak awal sangat penting agar guru mengetahui kebutuhan masing-masing peserta didik. Karena itu, sekolah bekerja sama dengan layanan tumbuh kembang untuk memperoleh hasil asesmen sebelum menyusun strategi pembelajaran bagi anak.

Menurutnya, pendidikan inklusif akan berjalan lebih baik apabila sekolah tidak bekerja sendiri. Kolaborasi antara guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi faktor penting agar setiap anak dengan autisme memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya serta memiliki kesempatan berkembang secara maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....