Anak Autisme Membutuhkan Ekosistem Dukungan, Bukan Sekadar Layanan Terapi
- 29 Jun 2026 10:40 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Keberhasilan pendampingan anak autisme dinilai tidak hanya ditentukan oleh layanan terapi, tetapi juga bergantung pada dukungan yang diberikan keluarga, sekolah, tenaga profesional, pemerintah, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026 di Batam, Kamis, 11 Juni 2026.
Ketua Panitia Indonesia Autism Summit 2026, Dr. Ruwinah Abdul Karim, mengatakan anak autisme akan terus berinteraksi dengan lingkungan di luar pusat layanan. Karena itu, upaya mendukung perkembangan anak harus dilakukan secara menyeluruh melalui ekosistem yang saling terhubung.
Menurutnya, anak-anak tidak hanya menghabiskan waktu di ruang terapi. Mereka akan kembali ke rumah, bersekolah, bersosialisasi dengan masyarakat, hingga suatu saat memasuki dunia kerja. Kondisi tersebut menuntut kesiapan seluruh lingkungan dalam memberikan dukungan.
"Pusat layanan saja tidak cukup. Mereka pulang ke rumah, mereka pergi ke sekolah, mereka berada dalam lingkungan masyarakat. Dan satu hari nanti anak-anak ini juga akan mencari tempat dalam kehidupan sosial dan tempat kerja."
Ruwinah menjelaskan, dukungan yang berkelanjutan akan membantu anak mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri keluarga. Oleh sebab itu, solusi yang dibangun tidak dapat bergantung pada satu lembaga atau satu profesi saja.
"Maka solusi kita harus lebih luas. Kita perlu membangun ekosistem, satu jaringan dukungan yang melibatkan keluarga, pendidikan, kesehatan, organisasi, pemerintah, dan masyarakat."
Ia menilai kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Orang tua membutuhkan pendampingan, guru memerlukan pelatihan, tenaga profesional harus bekerja bersama, sementara masyarakat perlu membuka ruang bagi anak autisme untuk berkembang.
Selain itu, Ruwinah mengingatkan bahwa perkembangan anak sering kali hadir melalui perubahan-perubahan kecil yang mungkin tidak disadari orang lain. Namun bagi keluarga, setiap kemajuan tersebut merupakan harapan yang terus mendorong mereka untuk tetap berjuang.
Melalui Indonesia Autism Summit 2026, ia berharap semakin banyak pihak yang mengambil bagian dalam membangun sistem dukungan yang lebih kuat, sehingga anak autisme dapat tumbuh, belajar, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....