Industri MRO Milik Lion Air Grup di Batam, Bidik 10.000 Tenaga Kerja pada 2030

  • 20 Agt 2026 07:21 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pengembangan industri maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat di Batam diproyeksikan membuka lebih banyak lapangan kerja hingga beberapa tahun ke depan. Batam Aero Technic menargetkan ekosistem industrinya dapat menyerap hingga 10.000 tenaga kerja pada 2030.

Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan saat ini Batam Aero Engine (BAE), fasilitas pemeliharaan mesin pesawat yang baru diresmikan di Hangar F Batam Aero Technic, telah menyerap sekitar 160 tenaga kerja.

Sementara secara keseluruhan, Batam Aero Technic telah menyerap lebih dari 5.600 tenaga kerja sejak pengembangan kawasan tersebut dimulai. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring ekspansi bisnis MRO dan meningkatnya permintaan perawatan pesawat.

"Kebutuhan tenaga kerja akan meningkat karena pasar perawatan mesin pesawat terus berkembang. Batam Aero Technic berencana memperluas ekosistem dengan menarik pelaku usaha untuk membangun fasilitas pendukung, seperti bengkel kabel, sistem pendingin udara, hingga peralatan darurat pesawat," katanya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Untuk mendukung rencana tersebut, pengelola telah mengajukan tambahan lahan kepada BP Batam. Area Batam Aero Technic saat ini sekitar 30 hektare dan dinilai semakin padat sehingga membutuhkan ruang tambahan untuk ekspansi dan masuknya investor baru.

Dengan bertambahnya fasilitas dan pelaku usaha, Batam Aero Technic menargetkan kawasan tersebut dapat menjadi salah satu pusat industri MRO penerbangan di kawasan sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja hingga 10.000 orang pada 2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....