Tim SAR Gabungan Temukan Korban Hanyut di Tanjung Sengkuang Batam
- 26 Jun 2026 07:51 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Kodaeral IV, Basarnas, serta masyarakat berhasil menemukan korban hanyut berinisial I (3) yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus di kawasan parit Tanjung Sengkuang, Kota Batam. Korban ditemukan di perairan Tanjung Sengkuang pada Rabu (24/6/2026), setelah upaya pencarian intensif dilakukan selama beberapa hari sejak korban dinyatakan hilang.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang nelayan yang baru kembali dari melaut. Saat melintas di sekitar pesisir Tanjung Sengkuang, nelayan tersebut melihat sebuah benda terdampar di ujung tanjung dekat Pelabuhan Pak Fendi. Setelah didekati, benda tersebut diketahui merupakan jasad seorang anak kecil. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada personel Patkamla Setumu yang sedang bersiaga di kawasan pelabuhan.
| Baca juga: Polisi Bubarkan Remaja Nongkrong Larut Malam |
Menindaklanjuti laporan tersebut, Danpatkamla Setumu Peltu Laut (SAA) Rahmat Heru langsung berkoordinasi dengan Posal Tanjung Sengkuang dan unsur terkait untuk melakukan evakuasi. Sekitar pukul 06.50 WIB, korban berhasil dievakuasi menuju Dermaga Pelabuhan Pak Fendi. Berdasarkan identifikasi fisik dan keterangan keluarga, korban dipastikan merupakan anak yang dilaporkan hanyut saat bermain di sekitar parit kawasan Tanjung Sengkuang pada Senin (22/6/2026).
Tim Basarnas kemudian tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan sebelum menyerahkan korban kepada pihak keluarga. Setelah dilakukan koordinasi, keluarga korban memutuskan untuk tidak melakukan autopsi dan meminta agar korban segera dimakamkan. Proses penyerahan korban berlangsung dengan lancar dan penuh duka dari keluarga maupun warga sekitar.
Sejak hari pertama kejadian, personel Kodaeral IV melalui Tim Siaga Bencana, Babinpotmar Posal Tanjung Sengkuang, dan unsur patroli keamanan laut aktif melakukan pencarian bersama Basarnas, instansi terkait, serta masyarakat. Pencarian dilakukan dengan menyisir saluran air, parit, hingga wilayah pesisir yang diduga menjadi jalur terbawanya korban oleh arus air menuju laut.
Keberhasilan penemuan korban menjadi bukti kuat sinergitas dan kerja sama seluruh unsur SAR gabungan yang terus berupaya tanpa mengenal waktu demi menemukan korban. Dukungan masyarakat sekitar juga berperan penting dalam mempercepat proses pencarian dan memberikan informasi yang diperlukan di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak-anak, terutama saat berada di dekat saluran air, parit, sungai, maupun kawasan pesisir. Mengingat Batam memiliki banyak wilayah pesisir dan drainase yang terhubung langsung ke laut, pengawasan orang tua sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. Kodaeral IV turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan anak di lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....