BP Batam Percepat Investasi Data Centre

  • 28 Mei 2026 21:15 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Transformasi Batam menuju pusat industri digital memasuki fase baru seiring masuknya investasi di sektor data centre dan kecerdasan buatan (AI). Fokus pengembangan kini tidak hanya pada menarik investor, tetapi juga memastikan kesiapan energi dan percepatan realisasi proyek.

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan pihaknya akan mengawal proyek investasi digital melalui skema fast-track execution guna mempercepat pembangunan kawasan industri berbasis AI dan data centre di Batam.

Menurut Fary, ketersediaan listrik yang stabil menjadi faktor utama dalam pengembangan industri digital karena operasional data centre membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

“BP Batam menyiapkan kepastian investasi, percepatan layanan, dan kesiapan kawasan. PLN Batam memastikan kesiapan energi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Batam siap menjadi AI dan Digital Gateway Indonesia yang terhubung dengan ekosistem global,” ujarnya.

Langkah tersebut menandai pergeseran arah pembangunan ekonomi Batam yang selama ini dikenal sebagai pusat industri manufaktur dan perdagangan. Pemerintah kini mendorong Batam menjadi salah satu simpul industri digital nasional yang terhubung dengan jaringan teknologi global.

BP Batam menilai investasi yang masuk ke sektor data centre berpotensi menjadi pemicu tumbuhnya industri pendukung lainnya, termasuk layanan komputasi awan (cloud computing), pengembangan kecerdasan buatan, industri semikonduktor, hingga perusahaan teknologi digital internasional.

Selain pembangunan infrastruktur digital, investasi tersebut diperkirakan akan mengubah kebutuhan tenaga kerja di Batam. Sekitar 700 hingga 800 tenaga profesional di bidang data centre dan teknologi digital diproyeksikan terserap dalam proyek yang sedang disiapkan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, rekrutmen tenaga kerja akan melibatkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Batam guna menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

BP Batam berharap investasi digital tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga mempercepat transfer teknologi dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di sektor teknologi.

Fary mengatakan keberhasilan transformasi Batam menjadi pusat industri digital bergantung pada sinergi antara pemerintah, penyedia energi, institusi pendidikan, dan pelaku usaha.

“Batam tidak lagi hanya berkembang sebagai kawasan industri manufaktur, tetapi sedang bertransformasi menjadi Execution Hub of Global Digital Industry,” katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....