TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal ke Malaysi

  • 04 Mei 2026 16:50 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan kembali dibuktikan melalui keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia non prosedural. Tim Quick Response Region Naval Command Koarmada IV dari Lanal Tanjung Balai Karimun mengamankan 14 PMI-NP yang hendak diberangkatkan secara ilegal menuju Malaysia pada Minggu 3 Mei 2026.

Penindakan dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB di perairan Takong Iyu, Kabupaten Karimun. Tim berhasil menghentikan sebuah boat selodang berwarna merah hitam dengan mesin 200 PK yang dicurigai membawa para PMI non prosedural menuju wilayah perbatasan.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu orang tekong berinisial W (48) dan satu anak buah kapal (ABK) berinisial A (37). Selain itu, terdapat 14 PMI yang terdiri dari 9 laki-laki dan 5 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruhnya langsung dibawa ke markas komando untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi awal operasi ini berasal dari laporan masyarakat terkait rencana pengiriman PMI ilegal melalui jalur laut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim bergerak sejak pukul 21.35 WIB dan berhasil mendeteksi pergerakan kapal mencurigakan sekitar pukul 23.35 WIB yang mengarah ke perbatasan negara.

Saat dilakukan pengejaran, kapal sempat tidak mengindahkan perintah berhenti sehingga petugas memberikan tembakan peringatan. Setelah itu, kapal berhasil dihentikan tanpa adanya perlawanan, dan seluruh penumpang diamankan dalam kondisi selamat.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan seluruh PMI dalam kondisi sehat, namun tekong kapal terindikasi positif narkoba. Diketahui pula bahwa para PMI membayar biaya keberangkatan antara Rp5 juta hingga Rp13 juta kepada pihak penyelundup, menunjukkan masih maraknya praktik ilegal ini.

Ke depan, ABK akan diserahkan kepada Satpolairud Polres Karimun untuk proses hukum, sementara para PMI akan ditangani oleh P4MI. Keberhasilan ini menjadi bagian dari implementasi arahan Muhammad Ali selaku Kepala Staf Angkatan Laut dalam memperkuat penegakan hukum di laut. TNI AL juga menegaskan akan terus meningkatkan patroli guna menjaga kedaulatan serta mencegah tindak pidana penyelundupan manusia di wilayah perbatasan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....