Kepri Waspadai Dampak Geopolitik Global, Pengaruhi Kebijakan Pariwisata

  • 22 Apr 2026 17:06 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendorong penguatan kebijakan pariwisata yang lebih adaptif, menyusul meningkatnya tensi geopolitik global yang berpotensi memengaruhi arus wisatawan.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling rentan terhadap dinamika global, terutama konflik yang berdampak pada jalur transportasi internasional.

“Perubahan rute penerbangan dan meningkatnya biaya operasional maskapai tentu akan memengaruhi mobilitas wisatawan global,” ujarnya dalam rapat koordinasi lintas sektoral pariwisata di Batam.

Ia menyoroti konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta potensi gangguan di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang dapat memicu gangguan transportasi laut dan udara.

Meski kontribusi wisatawan dari Timur Tengah relatif kecil, Nyanyang menilai kawasan tersebut tetap memiliki nilai strategis dalam peta pariwisata internasional.

Namun, ia menegaskan bahwa pasar utama wisatawan Kepulauan Riau masih berasal dari kawasan Asia, khususnya Singapura, Malaysia, China, dan India.

Di tengah tantangan global, kinerja sektor pariwisata Kepri dinilai masih menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 mencapai lebih dari 2 juta orang.

Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah daerah mendorong sejumlah langkah strategis, termasuk optimalisasi layanan keimigrasian seperti penggunaan autogate dan kebijakan visa on arrival guna mempermudah akses wisatawan.

Selain itu, pengembangan sektor unggulan seperti sport tourism dan marine tourism juga menjadi fokus untuk meningkatkan daya tarik destinasi.

“Kami optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, target kunjungan wisatawan tahun 2026 dapat tercapai,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau mencapai sekitar 2,7 juta orang pada 2026, di tengah upaya menjaga stabilitas sektor pariwisata yang semakin dipengaruhi dinamika global.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....