Kabid Propam Polda Kepri Benarkan Bripda Natanael Tewas Dianiaya Senior
- 14 Apr 2026 14:15 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurniyanto membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit. Kejadian tersebut berlangsung pada malam hari di Rusunawa Bintara Remaja.
Peristiwa itu disebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Dugaan awal, korban dipanggil oleh seniornya terkait pelanggaran disiplin, yakni tidak melaksanakan tugas kurve atau kegiatan kebersihan yang telah diperintahkan. Berdasarkan laporan awal terdapat dua korban yang dianiaya pertama Bripda Natanael Simanungkalit dan kedua Bripda JP yang mengalami luka.
“Memang benar terjadi dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota terhadap juniornya. Kami telah menetapkan satu orang tersangka berinisial AS berpangkat Bripda tiga tingkat diatas korban," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 14 April 2026.
Pihak kepolisian menyatakan telah memeriksa sedikitnya delapan saksi untuk mengungkap kronologi kejadian. Sementara itu, satu orang anggota telah ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka menghabisi nyawa juniornya tersebut dengan tangan kosong.
Belakangan RRI mendapatkan nama tersangka dari informasi yang beredar dikalangan keluarga korban, tersangka bernama Arawna Sihombing berpangkat Bripda.
Motif sementara diduga berkaitan dengan pelanggaran disiplin. Namun, penyidik tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain, termasuk dugaan persoalan pribadi maupun informasi lain yang berkembang.
“Kami masih mendalami apakah ada motif lain di luar pelanggaran tersebut,” kata Eddwi.
Sejumlah informasi yang beredar, seperti dugaan permintaan uang oleh senior kepada korban, berjudi usai bermain bola ataupun judi online juga disebut masih dalam tahap pendalaman ataupun kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Selain proses pidana, kepolisian memastikan akan menindak pelanggaran etik melalui Propam.
Jenazah korban saat ini telah menjalani autopsi atas permintaan keluarga. Hasil pemeriksaan forensik diharapkan dapat memberikan kepastian terkait penyebab kematian.
"Jenazah tadi sudah diautopsi di RS Bhayangkara Polda Kepri sekitar pukul 13.00 wib yang sebelumnya juga sudah dimintai kesediaan keluarga," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....