Gunungan Sampah di Batam Bakal Dikelola Swasta

  • 02 Apr 2026 06:18 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Kota Batam mempercepat transformasi tata kelola persampahan dengan melibatkan sektor swasta dalam upaya menciptakan sistem yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan kerja sama dengan pihak swasta memerlukan pembagian peran yang jelas agar implementasi program berjalan efektif.

“Jika melibatkan pihak swasta, peran pemerintah harus jelas. Semua harus terukur dan terarah,” ujarnya dalam rapat pembahasan transformasi pengelolaan sampah, Rabu, 1 April 2026.

Rapat tersebut menyoroti percepatan penyusunan skema kerja sama, termasuk kesiapan teknis oleh Dinas Lingkungan Hidup serta sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah.

Kajian transformasi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah sejak Maret 2026 mencakup analisis zonasi layanan, kebutuhan investasi, serta skema kerja sama dengan pihak swasta.

Selain itu, pemerintah juga merancang integrasi retribusi sampah dengan layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk meningkatkan efisiensi penagihan.

Laporan akhir kajian tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan Mei 2026, seiring persiapan sejumlah proyek yang akan ditenderkan, termasuk pengangkutan sampah, pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA), sistem penagihan, serta pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Pemerintah juga mempercepat penyusunan desain teknis untuk pengembangan TPA Punggur sebagai bagian dari penguatan infrastruktur persampahan.

Dalam rencana transformasi tersebut, Batam akan menghapus tempat pembuangan sementara (TPS) terbuka dan menggantinya dengan sistem bak komunal yang lebih tertata, disertai pengendalian sampah liar dan digitalisasi sistem pengawasan.

Pihak swasta yang terlibat juga memaparkan perkembangan konsep pengelolaan yang mengarah pada sistem tanpa TPS terbuka, serta rehabilitasi titik pembuangan yang tidak layak.

Li Claudia menekankan pentingnya transparansi dalam aspek pembiayaan, termasuk perhitungan potensi pendapatan dan pembagian hasil antara pemerintah dan mitra swasta.

Ia berharap langkah ini dapat menjadikan Batam sebagai percontohan nasional dalam pengelolaan sampah.

“Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus menyelesaikannya dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....