Polisi Gagalkan Aksi Nekat Perempuan di Jembatan Barelang
- 26 Mar 2026 13:34 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Upaya seorang perempuan muda mengakhiri hidup di kawasan Jembatan 1 Barelang, Batam, berhasil digagalkan aparat kepolisian setelah aksi cepat dilakukan petugas di lapangan.
Perempuan berinisial C (21) itu sebelumnya memesan ojek online dari Bengkong menuju Jembatan Barelang sekitar pukul 19.30 WIB. Di tengah perjalanan, gelagat korban mulai mengkhawatirkan. Ia terdengar menangis saat menelepon seseorang, bahkan sempat mengucapkan kalimat perpisahan yang mengindikasikan niat tidak kembali.
Situasi tersebut memicu kewaspadaan pengemudi ojek online. Tanpa mengambil risiko, pengemudi memutuskan mengalihkan perjalanan dan membawa korban ke Pos Pam 909 K Square untuk meminta bantuan petugas.
Namun, upaya awal belum membuahkan hasil. Meski telah dibujuk secara persuasif oleh personel di lokasi, korban tetap bersikeras melanjutkan perjalanan ke Jembatan Barelang—lokasi yang diduga menjadi tujuan aksinya.
Menyadari potensi bahaya, petugas segera berkoordinasi. Personel Pos Pam Jembatan 1 Barelang meningkatkan kesiapsiagaan dan bersiaga menunggu kedatangan korban.
Sekitar pukul 20.22 WIB, momen krusial terjadi. Saat ojek online yang membawa korban melintas di depan pos, petugas langsung bergerak cepat menghentikan kendaraan dan mengamankan korban sebelum sempat mencapai titik rawan di jembatan.
Di pos pengamanan, pendekatan humanis kembali dilakukan. Polisi berupaya menenangkan kondisi psikologis korban sambil menghubungi keluarga dan rekan dekatnya untuk memberikan dukungan langsung.
Ka Pos Pam Jembatan 1 Barelang, Iptu Anwar Aris, menyebut keberhasilan tersebut tak lepas dari kepekaan warga dan respons cepat aparat di lapangan.
| Baca juga: Polisi Bubarkan Remaja Nongkrong Larut Malam |
“Kami mengedepankan pendekatan humanis. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama, dan berkat respon cepat, korban berhasil kami cegah,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Setelah melalui proses pendekatan intensif, korban akhirnya luluh dan mengurungkan niatnya. Ia kemudian diserahkan kepada rekan-rekannya untuk dipulangkan ke keluarganya di Bengkong Sadai.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kepedulian bersama dalam mencegah tindakan yang membahayakan jiwa, terutama di ruang publik yang rawan dijadikan lokasi aksi nekat.
Catatan Penulis:
Jika Anda atau orang di sekitar Anda sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari pertolongan.
Berbicara dengan keluarga, teman, atau pihak yang dipercaya juga dapat membantu. Anda dapat menghubungi atau mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan dukungan dan penanganan dari tenaga kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....