Ancaman Siber pada IoT Meningkat, Akademisi Soroti Risiko Serius
- 19 Mar 2026 10:17 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Ancaman keamanan siber menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi berbasis IoT. Hal ini disampaikan dalam webinar nasional yang digelar Universitas STEKOM dengan menghadirkan akademisi dari Universitas Internasional Batam.
Andri Irfan Rifai mengungkapkan bahwa penggunaan perangkat IoT yang semakin luas membuka banyak celah keamanan. “Attack surface ini meluas setiap perangkat IoT dari sektor lintas hingga kamera CCTV ini adalah titik masuk potensial bagi serangan cyber,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut peningkatan ancaman siber dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. “Data menunjukkan di tahun ini itu malware terhadap perangkat IoT ini meningkat empat ratus persen dalam tiga tahun terakhir,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi alarm serius bagi para pengembang teknologi. “Potensi membahayakan nyawa dan ketahanan sistem juga jadi masalah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa persoalan keamanan juga berkaitan dengan perlindungan data pribadi. “Kita itu sangat lemah dengan data,” ujarnya.
Ia menyinggung fenomena maraknya penawaran produk melalui pesan tidak dikenal sebagai indikasi kebocoran data. “Menunjukkan bahwa kita itu sangat lemah dengan data,” tegasnya.
Dalam konteks yang lebih luas, ia menjelaskan bahwa serangan siber dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk transportasi. “Kalau ada orang niat gak baik ya begitu, data manipulation,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa risiko yang muncul tidak hanya bersifat teknis. “Ada risiko keuangan, risiko keamanan dan bahkan risiko keselamatan sampai nyawa-nyawa,” jelasnya.
Melalui forum ini, ia mengingatkan pentingnya penguatan sistem keamanan dan regulasi untuk melindungi data serta infrastruktur digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....