Kampung Nelayan Merah Putih Berpotensi Naikkan Keuntungan 35 Persen
- 31 Jul 2026 18:10 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) berpotensi meningkatkan margin keuntungan nelayan hingga 35 persen. Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai target tersebut hanya dapat dicapai apabila pengembangannya didasarkan pada hasil riset dan kebutuhan nyata masyarakat pesisir di setiap daerah.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN, Andrian Ramadhan, mengatakan pembangunan KNMP tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi harus dirancang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir agar mampu menyelesaikan persoalan yang selama ini membelenggu masyarakat nelayan.
"Target awalnya sebanyak 1.100 lokasi strategis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, ditargetkan tuntas pada 2028 melalui integrasi lintas sektoral. Transformasi berbasis data atau evidence-based policy menjamin setiap intervensi tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan secara jangka panjang," kata Andrian dalam webinar yang diselenggarakan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Andrian, pendekatan berbasis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperbaiki efisiensi rantai pasok, serta membangun pusat-pusat pengolahan hasil perikanan yang dapat membuka lapangan kerja baru bagi pemuda dan perempuan di kawasan pesisir.
Ia mengatakan keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kemampuan pemerintah memahami karakteristik masing-masing kampung nelayan. Karena itu, setiap intervensi perlu didasarkan pada riset sosial, ekonomi, dan infrastruktur yang berbeda di setiap wilayah.
"Social engineering atau rekayasa sosial maka pertanyaan mendasarnya perubahan sosial apa yang diharapkan oleh kita semua. Kemudian infrastruktur modern, sebetulnya ada gap infrastruktur apa dan teknologi apa yang ingin dikejar melihat dengan kondisi yang ada saat ini. Sedangkan pendekatan tematik, bagaimana cara memilih tematik yang sesuai untuk setiap KNMP," ujarnya.
Andrian menilai persoalan yang selama ini dihadapi nelayan bukan hanya terbatas pada fasilitas yang kurang memadai, tetapi juga kemiskinan struktural, ketergantungan pada tengkulak, rendahnya pendapatan, serta terbatasnya akses pembiayaan dan pemasaran hasil tangkapan.
Karena itu, BRIN mendorong penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, termasuk melalui koperasi dan skema pembiayaan yang lebih adil. Menurutnya, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi pelaku usaha yang sudah ada, melainkan sebagai mitra untuk membuka akses ke pasar yang lebih luas.
"Dengan kehadiran institusi baru seperti KNMP diharapkan bukan dianggap sebagai ancaman bagi para pelaku pasar yang ada, tapi sebagai mitra. Misalnya membuka pasar-pasar baru yang selama ini gagal mereka tembus," kata Andrian.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut memerlukan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, praktisi, dan masyarakat lokal. Menurutnya, model Kampung Nelayan Merah Putih yang berhasil di suatu daerah dapat direplikasi ke wilayah lain, asalkan tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....