Investor Semikonduktor Desak Kepastian Izin di Batam

  • 16 Mar 2026 14:45 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Direktur Utama PT Galang Bumi Industri, Akhmad Ma'ruf Maulana, menyampaikan aduan terkait lambatnya proses perizinan proyek investasi semikonduktor dalam Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satgas P2SP pada 13 Maret 2026. Aduan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam forum tersebut, Ma’ruf yang juga Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia sekaligus Wakil Ketua Kadin Indonesia yang membidangi kawasan industri, kawasan ekonomi khusus dan proyek strategis nasional menjelaskan bahwa PT Galang Bumi Industri merupakan bagian dari kelompok usaha Wira Raja Group. Menurutnya, perusahaan tersebut telah menarik minat investor asing sejak momentum pertemuan internasional G20 Bali Summit 2022.

Ma’ruf mengatakan investor dari Amerika Serikat bahkan berencana datang langsung ke Indonesia dalam waktu dekat untuk melihat perkembangan proyek tersebut. “Mereka di akhir April akan berkunjung ke sini dari Amerikanya dan senatornya,” kata dia.

Ia menambahkan kerja sama investasi tersebut sebelumnya telah ditandatangani di Washington DC dan disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia. Karena itu, investor terus menanyakan perkembangan proyek yang direncanakan di Batam.

“Semikonduktor Pak Menteri, ini yang fokus kita. Mereka datang akhir April dan kami didesak-desak apa yang sudah kamu lakukan,” ujarnya.

Ma’ruf mengapresiasi dukungan dari Badan Pengusahaan Batam yang dinilai cukup proaktif membantu proses pengembangan proyek tersebut.

“Dari sisi BP Batam alhamdulillah proaktif Pak Menteri. Kami sudah dapat rekomendasi dari BP Batam pada 10 Agustus 2024 dan 23 Agustus 2024 untuk pertimbangan teknis KKPR,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan utama saat ini adalah belum adanya kepastian terkait penerbitan izin lanjutan.

“Kami sudah dua tahun sudah membayar, tetapi tidak ada kejelasan Pak Menteri,” kata Ma’ruf.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....