Batam Tarik Investasi Rp29,89 Triliun, Hampir 7.000 Proyek Sudah Berproduksi
- 31 Jul 2026 21:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Investasi yang masuk ke Batam mulai menunjukkan dampak di lapangan. Sepanjang Semester I 2026, sebanyak 6.932 proyek telah memasuki tahap produksi, seiring realisasi investasi yang mencapai Rp29,89 triliun atau meningkat 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data Badan Pengusahaan (BP) Batam menunjukkan jumlah proyek investasi juga terus bertambah. Hingga akhir Juni 2026, tercatat 15.826 proyek investasi berjalan di Batam, naik 32,82 persen dibandingkan Semester I 2025. Dari jumlah tersebut, 8.894 proyek masih berada pada tahap konstruksi, sementara sisanya telah beroperasi.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan bahwa investasi yang masuk tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi mulai direalisasikan menjadi kegiatan ekonomi yang menyerap tenaga kerja dan memperkuat sektor industri.
"Alhamdulillah, realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun atau tumbuh 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,37 triliun," kata Amsakar, Kamis.
Menurut Amsakar, pertumbuhan investasi didukung oleh iklim usaha yang semakin kondusif serta koordinasi antara BP Batam, Pemerintah Kota Batam, pemerintah pusat, dan para pemangku kepentingan dalam memberikan kepastian berusaha bagi investor.
Dampak investasi juga terlihat pada penyerapan tenaga kerja. Selama enam bulan pertama tahun ini, proyek-proyek investasi di Batam menyerap 40.943 pekerja, terdiri atas 40.423 tenaga kerja Indonesia dan 520 tenaga kerja asing. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain bertambah dari sisi jumlah, nilai investasi setiap proyek juga meningkat. Rata-rata investasi per proyek naik dari Rp1,54 miliar menjadi Rp1,89 miliar, mengindikasikan masuknya proyek dengan skala yang lebih besar dan bernilai tambah lebih tinggi.
Amsakar mengatakan struktur investasi Batam juga mulai bergeser ke sektor manufaktur berteknologi tinggi. Menurutnya, selain sektor jasa, investor kini semakin banyak menanamkan modal pada industri mesin dan elektronika, industri kimia dan farmasi, kawasan industri, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.
Data BP Batam menunjukkan Singapura masih menjadi investor terbesar di Batam dengan realisasi investasi mencapai Rp10,89 triliun. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong sebesar Rp1,39 triliun, Korea Selatan Rp1,18 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp1,11 triliun, dan Amerika Serikat Rp1,02 triliun.
Meski demikian, Amsakar mengakui penguatan sektor jasa masih menjadi tantangan. Berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, indikator persaingan sektor jasa Batam masih berada pada skor 2,91 dari skala lima. Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong pengembangan sektor logistik, jasa profesional, ekonomi digital, industri kreatif, serta keterlibatan UMKM agar manfaat investasi semakin luas bagi perekonomian daerah.
"Fokus kami bukan hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi memastikan investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, dan menggerakkan perekonomian Batam secara berkelanjutan," ujar Amsakar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....