Sekda: Pentingnya Penyelarasan Kebijakan Dalam Percepatan Transformasi Digital
- 11 Feb 2026 14:29 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Penjabat Sekdaprov Kepri Luki Zaiman Prawira mengatakan pentingnya penyelarasan kebijakan, khususnya dalam percepatan transformasi digital serta peningkatan kualitas pengelolaan informasi dan data sektoral di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar semakin solid, inklusif, dan adaptif.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Rakor Dinas Komunikasi dan Informatika se-Provinsi Kepri, yang digelar di Aula Graha Kepri, Kota Batam Selasa 10 Februari 2026.
“Kita tidak lagi berbicara tentang siapa yang paling hebat atau siapa yang paling depan. Melainkan bagaimana kita berjalan beriringan. Di tahun 2026 ini, sinergi kita harus naik kelas dan tidak lagi sekadar koordinasi administratif, tetapi menjadi kolaborasi eksekusi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” paparnya.
Ia juga berharap Diskominfo se-Kepri dapat menjadi satu kesatuan yang utuh dan mampu melahirkan standar layanan digital yang dapat dinikmati masyarakat hingga di pulau-pulau terpencil, dengan kualitas yang setara dengan wilayah perkotaan.
Ada mpat poin penting yang perlu terus diperkuat oleh seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Pertama, integrasi data dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sehingga sistem berjalan selaras dan tidak tumpang tindih.
“Jangan sampai ada aplikasi yang tumpang tindih antara provinsi dan kabupaten/kota. Data harus terintegrasi agar pengambilan kebijakan oleh pimpinan dapat lebih cepat dan akurat,” tegas Luki.
Kedua, pemerataan akses informasi, termasuk internet. Diskominfo Provinsi diharapkan berperan sebagai jembatan ke pemerintah pusat, sementara Diskominfo Kabupaten/Kota menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan dengan target meminimalkan wilayah blank spot.
Ketiga, penguatan keamanan siber (cyber security), mengingat ancaman siber tidak mengenal batas wilayah, maka kerja sama dalam manajemen insiden siber harus diperkuat agar infrastruktur digital tetap terpercaya.
Keempat, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), termasuk penerapan Generative AI untuk meningkatkan efisiensi layanan publik.
“Saya berharap melalui rakor ini lahir kesepakatan-kesepakatan konkret, kolaborasi program yang nyata, pertukaran sumber daya manusia, pembinaan yang berkesinambungan, serta sharing infrastruktur yang lebih efisien,” pungkas Luki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....