Baru 19 UMKM Tersalurkan Kredit Subsidi Rp20 Juta

  • 28 Jan 2026 10:01 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam : Program subsidi bunga pinjaman modal sebesar Rp20 juta bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Batam belum berjalan sesuai target. Program yang digagas Wali Kota Batam ini menyasar 1.500 pelaku UMKM. Namun hingga saat ini, realisasi akad kredit menunjukkan kesenjangan yang signifikan. Dari target tersebut, baru 19 UMKM yang berhasil lolos hingga tahap pencairan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengungkapkan rendahnya serapan bukan disebabkan keterbatasan anggaran, namun pada ketatnya kriteria perbankan. Selain itu, kendala geografis turut menjadi faktor penghambat utama. Kondisi ini menyebabkan banyak pelaku usaha mikro gugur di tengah proses pengajuan.

"Kendala teknisnya, radius layanan itu dibatasi hanya 10 kilo oleh BTN. Jadi, kalau pelaku usaha tinggal di wilayah seperti Sekupang atau Batu Aji dan harus berurusan dengan kantor di Batam Center, itu jaraknya sudah lebih dari 10 kilo. Otomatis tidak masuk radius layanan dan tidak bisa dilayani," jelas Salim, Kamis, (8/1/2026).

Salim melanjutkan, kebijakan ini dinilai memangkas peluang UMKM di kecamatan lain. Pelaku UMKM di wilayah hinterland dan pinggiran kota menjadi kelompok yang paling terdampak. Akibatnya, potensi penerima subsidi bunga berkurang secara signifikan.

Selain kendala jarak, faktor internal pelaku usaha juga menjadi penyebab utama kegagalan. Salim merinci persoalan riwayat kredit atau BI Checking sebagai hambatan dominan. Banyak pengusaha kecil memiliki catatan kredit kurang baik di masa lalu. Ketika diverifikasi melalui sistem perbankan, pengajuan mereka otomatis ditolak.

Masalah lain muncul dari status usaha yang belum permanen. Pihak bank mensyaratkan lokasi usaha yang menetap dan memiliki bukti fisik yang jelas. Hasil survei lapangan menunjukkan banyak pemohon belum memenuhi standar risiko perbankan. Kondisi ini kembali mempersempit peluang UMKM untuk lolos verifikasi.

"Pemerintah Kota Batam sebenarnya telah mempermudah proses pendaftaran melalui sistem digital. Pelaku UMKM cukup melakukan pemindaian barcode dan mengisi data secara daring. Namun, kemudahan awal tersebut tidak menjamin kelolosan pada tahap akhir," tambah Salim.  

Rendahnya serapan membuat anggaran subsidi bunga sebesar Rp3 miliar belum bekerja optimal. Dengan bunga hanya 6 persen, cicilan bunga pinjaman Rp20 juta seharusnya ringan bagi pelaku usaha. Pemerintah Kota Batam kini mendorong evaluasi kebijakan dan membuka peluang kerja sama dengan bank daerah atau lembaga lain.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....