AS Tumbang 1-4 dari Belgia, Pochettino Sebut Timnya Tak Tunjukkan Kualitas Terbaik
- 08 Jul 2026 09:29 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menerima kenyataan pahit setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia usai kalah telak 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar. Ia menilai kegagalan tersebut terjadi karena para pemainnya tidak mampu memperlihatkan kemampuan terbaik yang selama ini mereka miliki.
Amerika Serikat sebenarnya memasuki pertandingan dengan modal positif. Dukungan penuh dari ribuan suporter di Seattle serta hasil impresif pada pertandingan sebelumnya membuat tim tuan rumah percaya diri mampu memberikan perlawanan kepada Belgia.
Namun, ekspektasi tersebut tidak terwujud. Amerika Serikat justru tampil kurang agresif dan kesulitan menemukan ritme permainan, sementara Belgia tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.
“Kami tidak menunjukkan kualitas asli kami sebagai sebuah tim,” kata Pochettino seusai pertandingan.
Pelatih asal Argentina itu mengakui Belgia tampil lebih baik dan menyebut laga tersebut menjadi salah satu hari terburuk bagi timnya selama turnamen. Menurutnya, kegagalan tampil maksimal di fase gugur membuat Amerika Serikat harus menerima konsekuensi tersingkir dari kompetisi.
“Kami tidak pernah benar-benar menemukan koneksi dengan pertandingan. Belgia lebih baik dari kami, dan itu kenyataannya. Ini adalah hari yang sangat buruk. Ini bukan hari kami, baik secara kolektif maupun individu. Dalam turnamen seperti Piala Dunia, ketika hal itu terjadi di fase gugur, Anda harus pulang,” ujarnya.
Amerika Serikat sempat membuka harapan ketika Malik Tillman mencetak gol penyama kedudukan setelah sebelumnya tertinggal. Akan tetapi, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan karena Belgia kembali mengambil alih permainan dan mencetak gol tambahan.
Pochettino menyayangkan respons cepat lawan setelah timnya mencetak gol. Ia menilai kebobolan dalam situasi tersebut menjadi titik yang membuat Amerika Serikat kembali berada dalam tekanan.
“Bahkan ketika kami mencetak gol, pada aksi berikutnya kami kembali kebobolan. Biasanya dalam situasi seperti itu Anda tidak boleh kehilangan fokus dan memberikan kesempatan kepada lawan,” ujar Pochettino.
Di tengah hasil mengecewakan tersebut, Pochettino juga menegaskan bahwa kegagalan Amerika Serikat bukan disebabkan oleh persoalan eksternal. Ia membantah isu terkait status pemain Folarin Balogun yang sempat menjadi perhatian sebelum pertandingan sebagai faktor yang memengaruhi performa tim.
“Kami tidak cukup baik hari ini. Kami tidak perlu mencari alasan. Semua hal yang terjadi di sekitar kami memang ada, tetapi itu bukan sesuatu yang memengaruhi tim,” tegasnya.
Setelah Piala Dunia berakhir, masa depan Pochettino bersama Timnas Amerika Serikat masih belum mendapatkan kepastian. Kontraknya akan berakhir usai turnamen, dan ia menyebut keputusan mengenai kelanjutan kerja sama akan dibahas setelah proses evaluasi.
“Sekarang adalah waktunya untuk sedikit beristirahat, berpikir, melakukan pembicaraan, kemudian melihat keputusan apa yang akan diambil oleh federasi maupun kami,” kata Pochettino.
Meski perjalanan Amerika Serikat harus berhenti lebih cepat, Pochettino tetap menilai ada perkembangan positif yang telah dibangun selama satu tahun terakhir. Ia percaya tim tersebut memiliki dasar yang kuat untuk berkembang lebih jauh ke depannya.
“Kami harus terus berkembang. Tetapi saya bangga. Saya pikir kami telah membangun prinsip-prinsip penting untuk masa depan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....