Mesir Waspadai Belgia di Laga Perdana Piala Dunia 2026

  • 08 Jun 2026 03:20 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tim nasional Mesir mulai mengalihkan fokus ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah menuntaskan laga uji coba terakhir mereka. Pelatih Hossam Hassan menilai pertandingan pembuka melawan Belgia akan menjadi tantangan paling berat yang harus dihadapi skuad berjuluk The Pharaohs di fase grup.

DIlansir dari reuters, dalam pertandingan pemanasan terakhir yang digelar di Cleveland, Mesir harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 1-2. Hasil tersebut menjadi penutup rangkaian persiapan Mesir menjelang keikutsertaan mereka yang keempat kalinya di panggung Piala Dunia.

Brasil membuka keunggulan melalui Bruno Guimaraes yang sukses memanfaatkan peluang dari dalam area penalti. Tim lima kali juara dunia itu kemudian memperbesar keunggulan lewat gol Endrick pada babak kedua setelah menerima umpan matang dari Raphinha. Mesir hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol yang dicetak Zico.

Kapten tim Mohamed Salah turut tampil pada paruh kedua pertandingan dan menunjukkan kondisi fisik yang dinilai cukup menjanjikan menjelang turnamen dimulai.

“Salah menjalani program rehabilitasi bersama Liverpool dan kemudian bersama tim nasional, dan sekarang dia sudah siap untuk pertandingan,” kata Hassan kepada para wartawan.

Mesir yang berstatus sebagai pemegang tujuh gelar juara Piala Afrika akan memulai perjalanan mereka di Grup G dengan menghadapi Belgia pada 15 Juni. Setelah itu, mereka masih harus meladeni perlawanan Selandia Baru dan Iran untuk memperebutkan tiket ke babak berikutnya.

Menurut Hassan, persaingan di grup tersebut tidak akan mudah karena seluruh tim memiliki kualitas yang dapat menyulitkan satu sama lain. Namun, ia secara khusus menyoroti Belgia sebagai lawan yang paling berat dalam fase grup.

“Pertandingan pembuka melawan Belgia di Piala Dunia akan sangat sulit, dan grup ini kuat serta memiliki persaingan yang sangat ketat,” ujar Hassan, yang pernah memperkuat Mesir di Piala Dunia 1990.

Meski gagal meraih hasil positif saat menghadapi Brasil, Hassan mengaku tetap melihat sejumlah hal positif dari performa para pemainnya. Ia menilai timnya mampu memberikan perlawanan terhadap salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

“Saya tidak suka kalah, dan saya sedih dengan kekalahan dari Brasil, meskipun mereka adalah salah satu tim terbesar di dunia,” katanya. “Kami menghadapi tim yang kuat dan luar biasa dalam pertandingan terakhir sebelum Piala Dunia.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....