Inggris Lolos Dramatis 3-2 atas Meksiko, Tuchel Soroti Mentalitas Tim

  • 07 Jul 2026 08:50 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, memberikan apresiasi besar terhadap daya juang timnya yang ia nilai tampil dengan “mental baja dan hati penuh determinasi” setelah berhasil melewati laga panas di Estadio Azteca. Meski harus bermain dengan 10 orang, Inggris tetap mampu mengamankan kemenangan 3-2 atas Meksiko dan memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia pada Senin, 6 Juli 2026 pagi.

Sempat berjalan nyaman, Inggris lebih dulu unggul 2-0 lewat dua gol cepat Jude Bellingham. Namun situasi berubah total setelah Jarell Quansah diusir wasit. Kartu merah tersebut membuka momentum kebangkitan tuan rumah, yang langsung meningkatkan intensitas serangan di tengah atmosfer stadion yang sangat menekan di Mexico City.

Dalam keterangannya kepada media, Tuchel menekankan bahwa kemenangan di fase gugur sangat ditentukan oleh karakter dan mental bertanding, bukan sekadar strategi di lapangan.

Ia menegaskan, “Saya sangat bangga dengan mentalitas dan sikap tim ini. Di fase 32 besar dan 16 besar, inilah momen di turnamen ketika Anda harus menemukan cara untuk menang. Kami melakukannya dengan mentalitas dan hati yang murni.”

Tuchel juga menyoroti bagaimana timnya mampu bertahan dari berbagai tekanan sepanjang laga. “Kami berhasil melewati setiap rintangan yang diberikan kepada kami. Saya sangat bangga dengan mentalitas dan kemauan tim ini,” lanjutnya.

Pertandingan sendiri berlangsung dalam tempo tinggi dengan atmosfer yang sangat intimidatif. Inggris bahkan dinilai menunjukkan salah satu performa paling matang mereka di turnamen, terutama dalam hal organisasi permainan.

Setelah sempat ditekan di awal laga, Inggris berhasil mencuri keunggulan melalui Bellingham yang mencetak dua gol cepat. Namun keunggulan tersebut segera dipangkas Meksiko lewat Julian Quinones, yang kembali menghidupkan tensi pertandingan di hadapan publik tuan rumah.

Drama semakin memuncak saat Quansah mendapat kartu merah di awal babak kedua. Situasi itu membuat Inggris berada dalam tekanan besar, terlebih setelah Meksiko kembali memperkecil jarak lewat penalti Raul Jimenez, yang membuat pertandingan semakin terbuka hingga menit akhir.

Meski terus digempur, Inggris tetap mampu bertahan dengan disiplin tinggi. Tuchel mengandalkan lini belakang yang bekerja keras menjaga keunggulan tipis, meski harus menghadapi tambahan waktu yang panjang hingga 12 menit.

Ia juga menyebut laga tersebut terasa jauh lebih besar dari sekadar babak 16 besar, bahkan seperti pertandingan final yang penuh emosi.

“Dalam persiapan sebelum pertandingan, rasanya bukan seperti babak 16 besar. Rasanya hampir seperti kami baru saja memenangkan final atau sesuatu seperti itu,” ujar Tuchel.

Namun kemenangan tersebut juga diwarnai kabar kurang menyenangkan. Gelandang Jordan Henderson mengalami cedera saat selebrasi setelah melompati papan iklan dan kini harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Menutup komentarnya, Tuchel menyampaikan kondisi emosionalnya. “Saya punya perasaan campur aduk karena saya lelah, emosional, dan sedih karena Jordan mengalami cedera di pergelangan tangannya. Dia saat ini berada di rumah sakit. Ini cedera yang cukup serius. Rasanya tidak lengkap malam ini karena Jordan tidak bersama kami,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....