Swedia vs Tunisia: Duet Isak-Gyokeres Diuji Tembok Kokoh Afrika di Piala Dunia 2026

  • 12 Jun 2026 19:56 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Swedia akan memulai perjalanan mereka di Grup F Piala Dunia dengan menghadapi Tunisia dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung ketat. Pertemuan kedua tim pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 09.00 WIB nanti mempertemukan salah satu lini serang paling menjanjikan di turnamen dengan tim yang memiliki catatan pertahanan impresif sepanjang babak kualifikasi.

Dilansir dari Reuters, tim nasional Swedia datang dengan mengandalkan duet Alexander Isak dan Viktor Gyokeres sebagai tumpuan utama di lini depan. Keduanya diharapkan mampu menjadi pembeda dalam upaya merebut poin penuh pada laga perdana yang dinilai krusial untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.

Gyokeres memasuki turnamen dengan modal performa yang meyakinkan usai mengantar Arsenal meraih gelar Liga Primer Inggris. Penyerang berusia 28 tahun itu juga menjadi sosok penting dalam keberhasilan Swedia mengamankan tiket ke putaran final setelah mencetak gol penentu kemenangan atas Polandia di babak playoff.

Di sisi lain, Alexander Isak menjalani musim yang tidak sepenuhnya mulus setelah beberapa kali diganggu masalah cedera sejak bergabung dengan Liverpool. Meski demikian, kualitas penyerang berusia 26 tahun tersebut tetap mendapat kepercayaan penuh dari tim pelatih. Kemampuan berlari cepat, kelincahan, dan ketajamannya di depan gawang masih menjadi senjata utama Swedia dalam membongkar pertahanan lawan.

Pelatih Swedia, Graham Potter, menegaskan bahwa cedera yang dialami Isak tidak mengurangi kualitas sang pemain.

"Alex memang mengalami masa yang sulit di Liverpool karena cedera, tetapi itu tidak mengubah dirinya sebagai pemain. Kualitas yang dimilikinya juga tidak berubah, dia tetap pemain kelas atas, pemain kelas atas, pemain kelas atas," kata Potter menjelang dimulainya turnamen.

Namun, tantangan yang akan dihadapi Swedia tidaklah ringan. Tunisia datang dengan reputasi sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik selama kualifikasi. Tim asal Afrika Utara tersebut berhasil melaju ke putaran final dengan catatan sembilan kemenangan dan satu hasil imbang tanpa sekalipun kebobolan.

Soliditas lini belakang Tunisia menjadi modal besar dalam upaya mereka menciptakan kejutan di grup yang juga dihuni Belanda, Jepang, dan Swedia. Meski demikian, pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, mengakui bahwa level persaingan di Piala Dunia akan jauh berbeda dibandingkan saat kualifikasi.

"Penampilan bertahan seperti yang kami tunjukkan selama kualifikasi membuktikan bahwa kami adalah tim yang kuat, terutama karena mampu bertahan dengan baik sebagai sebuah kesatuan, meskipun level persaingan di Piala Dunia tentu akan jauh lebih tinggi," ujar Lamouchi.

"Tim-tim yang akan kami hadapi nantinya akan memberikan tantangan yang jauh lebih berat dengan intensitas permainan yang jauh lebih tinggi, dan kami harus mampu menunjukkan kemampuan terbaik serta membuktikan kualitas kami."

Baik Tunisia maupun Swedia sama-sama memasuki turnamen dengan pendekatan yang relatif realistis. Potter sendiri mengambil alih kursi pelatih ketika Swedia berada dalam periode sulit setelah terpuruk di dasar klasemen grup kualifikasi. Kesempatan tampil di Piala Dunia akhirnya datang melalui jalur playoff, yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tim Skandinavia tersebut.

Sejak menangani tim, Potter perlahan membenahi organisasi permainan Swedia. Keseimbangan antara pertahanan dan serangan menjadi fokus utama, sementara kreativitas tim ditopang oleh sejumlah pemain muda seperti Lucas Bergvall, Anthony Elanga, dan Benjamin Nygren yang bertugas menyuplai bola kepada Isak dan Gyokeres.

Meski menyadari ketatnya persaingan di level internasional, Potter menilai timnya harus tetap memiliki keyakinan untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.

"Kami tahu memenangkan pertandingan di level sepak bola internasional bukanlah hal yang mudah. Namun pada saat yang sama, Anda harus memiliki keyakinan bahwa Anda bisa memenangkan pertandingan apa pun," kata Potter.

Laga pembuka ini dipandang sangat penting bagi kedua tim. Dengan Belanda dan Jepang juga bersaing di Grup F, hasil positif pada pertandingan pertama dapat menjadi modal berharga untuk menjaga peluang melangkah ke babak gugur Piala Dunia 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....