Belgia vs Mesir: Setan Merah Incar Kemenangan Perdana, The Pharaohs Bidik Sejarah
- 14 Jun 2026 15:13 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Belgia dan Mesir dalam duel yang mempertemukan dua tim dengan misi berbeda. Belgia datang untuk memperkuat statusnya sebagai kandidat kuat lolos dari fase grup, sedangkan Mesir berusaha mengakhiri catatan panjang tanpa kemenangan di ajang sepak bola terbesar dunia.
Dilansir dari Reuters, pertandingan yang akan berlangsung di Seattle itu menjadi ujian awal bagi Belgia yang tengah menjalani fase transisi. Meski sejumlah pemain senior masih menghuni skuad, wajah tim saat ini mulai diwarnai kehadiran generasi baru yang diproyeksikan menjadi tulang punggung dalam beberapa tahun ke depan.
Belgia memang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada generasi emas yang sempat membawa mereka meraih posisi ketiga pada Piala Dunia 2018. Namun sejumlah nama berpengalaman seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois masih menjadi bagian penting dalam struktur tim.
Di bawah kepemimpinan pelatih Rudi Garcia, proses regenerasi terus berjalan. Pemain muda seperti Jeremy Doku, Amadou Onana, dan Charles De Ketelaere kini mendapat tanggung jawab lebih besar untuk membawa Belgia tetap kompetitif di level internasional.
Secara teori, Belgia diprediksi akan tampil dominan dalam penguasaan bola dan inisiatif serangan. Sementara Mesir kemungkinan memilih pendekatan yang lebih sabar dengan menunggu peluang melakukan serangan balik cepat.
Mesir datang ke turnamen ini dengan motivasi besar. Dalam tiga partisipasi sebelumnya di putaran final Piala Dunia, mereka belum pernah merasakan kemenangan. Total tujuh pertandingan telah dilalui tanpa sekalipun mampu mengamankan tiga poin.
Meski demikian, tim asal Afrika Utara tersebut memiliki alasan untuk tetap optimistis. Pada pertemuan terakhir melawan Belgia dalam laga uji coba pada akhir 2022, Mesir berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Duel ini juga menghadirkan cerita menarik berupa pertemuan kembali Mohamed Salah dengan Rudi Garcia. Keduanya pernah bekerja bersama ketika Garcia menangani AS Roma sebelum Salah berkembang menjadi salah satu penyerang terbaik dunia bersama Liverpool.
Garcia menegaskan bahwa dirinya memahami kualitas yang dimiliki Mesir dan tidak ingin anak asuhnya memandang lawan sebelah mata.
"Kami sangat menghormati tiga tim lain yang berada di grup kami," kata Garcia kepada FIFA.com.
"Inilah yang membuat Piala Dunia begitu istimewa. Kami mengenal Mesir dengan baik; mereka adalah salah satu tim terbaik di Afrika. Saya sangat mengenal Mo Salah karena saya pernah melatihnya di Roma."
Bagi Mesir, Salah tetap menjadi figur sentral yang diharapkan mampu membuat perbedaan. Penyerang Liverpool tersebut datang dengan ambisi besar untuk memberikan kontribusi maksimal setelah kesempatan tampil optimal di Piala Dunia 2018 terganggu oleh masalah cedera.
Di sisi lain, Belgia juga tidak ingin terlalu jauh memikirkan peluang juara. Fokus utama mereka saat ini adalah memastikan langkah di fase grup berjalan mulus sebelum berbicara mengenai target yang lebih besar.
"Mari mulai dengan menghormati lawan-lawan kami di fase grup. Mari mengalahkan mereka, finis sebagai juara grup, lalu kita lihat seberapa jauh kami bisa melangkah," ujarnya.
Dari segi kualitas individu dan kedalaman skuad, Belgia memang lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan. Namun Mesir memiliki keuntungan sebagai tim yang datang tanpa tekanan besar dan dapat bermain lebih lepas.
Jika mampu bertahan dengan disiplin dan memanfaatkan kecepatan serangan balik yang dipimpin Salah serta Omar Marmoush, Mesir berpeluang menciptakan kejutan sekaligus mengincar kemenangan pertama mereka dalam sejarah penampilan di Piala Dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....