Brasil vs Maroko Jadi Ujian Berat, Selecao Dihantam Badai Cedera Jelang Piala Dunia
- 12 Jun 2026 07:53 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perjalanan Brasil untuk mengejar trofi Piala Dunia keenam tidak diawali dengan pertandingan yang mudah. Pada laga pembuka Grup C yang berlangsung Minggu, 14 Juni 2026 05.00 WIB, tim Samba sudah harus berhadapan dengan Maroko, salah satu tim yang diperkirakan mampu memberikan ancaman serius sejak awal kompetisi.
Tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia itu datang ke turnamen dengan wajah baru di bawah komando Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia tersebut menjalani pengalaman pertamanya memimpin tim di ajang Piala Dunia setelah meninggalkan Real Madrid dan menerima tugas berat mengembalikan Brasil ke puncak sepak bola dunia.
Dilansir dari Reuters, persiapan Brasil menuju turnamen tidak berjalan mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mengalami berbagai gejolak mulai dari pergantian pelatih yang berulang hingga hasil-hasil yang dianggap belum memenuhi harapan publik. Situasi semakin rumit karena kondisi Neymar yang belum sepenuhnya pulih dari cedera masih menjadi perhatian utama.
Jika sejumlah tim unggulan mendapat kesempatan menghadapi lawan yang relatif lebih ringan pada pertandingan pertama, Brasil justru harus langsung menghadapi lawan yang diyakini menjadi pesaing terkuat mereka di fase grup.
Maroko datang dengan reputasi yang semakin diperhitungkan. Penampilan sensasional mereka di Piala Dunia 2022 membuat negara Afrika Utara itu memperoleh pengakuan luas setelah berhasil menumbangkan beberapa kekuatan besar Eropa dan menembus babak semifinal.
Fondasi kekuatan Maroko saat ini dibangun oleh banyak pemain yang tumbuh dan berkembang di kompetisi elite Eropa, khususnya Spanyol dan Prancis. Kombinasi pengalaman serta kualitas individu tersebut membuat mereka diyakini mampu merepotkan siapa pun, termasuk Brasil.
Meski demikian, perjalanan Maroko menuju turnamen juga tidak sepenuhnya mulus. Mereka sempat gagal meraih gelar Piala Afrika setelah kalah dari Senegal di partai final yang berlangsung di hadapan pendukung sendiri. Namun situasi berubah ketika Senegal kemudian dijatuhi sanksi sehingga gelar akhirnya diberikan kepada Maroko dalam keputusan yang memicu perdebatan.
Perubahan juga terjadi di kursi pelatih. Walid Regragui meninggalkan jabatannya hanya beberapa bulan sebelum Piala Dunia dimulai. Sebagai pengganti, federasi menunjuk Mohamed Ouahbi yang sebelumnya sukses menangani kelompok usia muda dan membawa Maroko menjuarai Piala Dunia U-20.
Kondisi skuad Maroko menjelang turnamen turut terganggu oleh cedera pemain. Bek Nayef Aguerd dan penyerang sayap Abde Ezzalzouli dipastikan gagal masuk skuad akhir setelah mengalami masalah fisik dalam laga persahabatan terakhir.
Namun persoalan yang dihadapi Brasil tidak kalah berat. Sejumlah pemain penting harus absen akibat cedera, termasuk Rodrygo, Estevao, Eder Militao, dan Wesley yang sebelumnya diproyeksikan menjadi bagian utama dalam rencana permainan Ancelotti.
Kehilangan Neymar juga menjadi pukulan tersendiri. Pemain berusia 34 tahun itu masih menjalani pemulihan cedera betis sehingga belum bisa diturunkan saat menghadapi Maroko. Hingga kini belum ada kepastian kapan ia dapat kembali memperkuat tim.
Di jantung pertahanan, Brasil masih memiliki kombinasi berpengalaman antara Marquinhos dan Gabriel Magalhaes. Namun absennya beberapa pemain belakang memaksa Ancelotti melakukan penyesuaian, terutama untuk mengisi sektor bek kanan yang kini menjadi salah satu area paling bermasalah.
Danilo dan Ibanez menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi tersebut. Selain itu, gelandang Ederson juga masuk dalam opsi yang dipertimbangkan untuk membantu menutup kekurangan di lini pertahanan.
Sementara di lini depan, sorotan tertuju pada Vinicius Junior. Pemain yang berkembang pesat di bawah asuhan Ancelotti saat membela Real Madrid itu kini diharapkan menjadi motor utama serangan Brasil selama turnamen berlangsung.
Meski nama besar Brasil selalu menempatkan mereka dalam daftar favorit juara, ekspektasi terhadap tim kali ini tidak sebesar edisi-edisi sebelumnya. Laga melawan Maroko akan menjadi indikator awal apakah racikan Ancelotti mampu menghidupkan kembali kekuatan Selecao, sekaligus menguji apakah Maroko masih sanggup melanjutkan kisah mengejutkan yang pernah mereka tulis di Qatar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....