Iran Ancam Hentikan Laga Piala Dunia 2026 jika Ada Bendera dan Slogan Anti Timnas

  • 11 Jun 2026 07:44 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras menjelang keikutsertaan tim nasional mereka di Piala Dunia 2026. Teheran menyatakan pertandingan yang melibatkan Iran dapat dihentikan apabila di dalam stadion muncul simbol, atribut, atau seruan yang dianggap tidak sah maupun ditujukan untuk menyerang tim nasional mereka.

Dilansir dari Reuters, pernyataan tersebut disampaikan Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyusul meningkatnya perdebatan terkait partisipasi Iran dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Iran dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Grup G dengan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles. Setelah itu, mereka akan bertemu Belgia pada 21 Juni sebelum menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

"Kami telah memberi tahu FIFA bahwa jika ada bendera tidak resmi yang dibawa atau slogan yang menyerang tim nasional dikumandangkan di stadion tempat Iran bermain di Piala Dunia, maka manajer tim pasti akan bertanggung jawab untuk menghentikan pertandingan," kata Donyamali.

"Kami telah mendapat jaminan bahwa tidak akan terjadi insiden yang mengganggu di stadion saat pertandingan melawan Mesir."

Sebelum turnamen dimulai, federasi sepak bola Iran bersama federasi sepak bola Mesir diketahui telah mengajukan permintaan kepada FIFA agar aktivitas yang berkaitan dengan gerakan Pride LGBTQ+ tidak dilakukan selama pertandingan kedua negara di Seattle.

Permintaan tersebut muncul karena pertandingan Iran kontra Mesir dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan rangkaian perayaan Pride Weekend di Seattle. Bahkan, penyelenggara setempat telah memasukkan laga tersebut ke dalam agenda bertajuk "Pride Match".

Kontroversi terkait kehadiran Iran di Piala Dunia sebenarnya telah mencuat sejak beberapa bulan lalu. Pada April, sekelompok demonstran menggelar aksi di luar lokasi Kongres FIFA di Vancouver. Mereka mendesak badan sepak bola dunia itu mencoret Iran dari daftar peserta turnamen.

Para pengunjuk rasa menilai tim nasional Iran lebih merepresentasikan kepentingan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dibandingkan aspirasi masyarakat Iran secara keseluruhan.

Selain menghadapi tekanan politik, persiapan Iran menuju Piala Dunia juga diwarnai persoalan administratif. Federasi Sepak Bola Iran mengungkapkan bahwa kuota tiket yang sebelumnya dialokasikan untuk mereka dibatalkan menjelang turnamen. Situasi tersebut membuat sejumlah pendukung yang telah memesan perjalanan dan akomodasi kehilangan kesempatan menyaksikan langsung tim kebanggaan mereka.

Saat ini skuad Iran masih menjalani persiapan akhir di Tijuana, Meksiko. Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri memastikan para pemain dan staf Iran tetap diperbolehkan memasuki wilayah AS sehari sebelum jadwal pertandingan masing-masing.

Kondisi tersebut membuat kiprah Iran di Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi sorotan dari sisi olahraga, tetapi juga membawa isu politik dan diplomatik yang ikut membayangi perjalanan mereka sepanjang turnamen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....