Curacao Siap Kejutkan Piala Dunia 2026, Koneksi Belanda Jadi Kekuatan Utama
- 02 Jun 2026 20:47 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Status sebagai negara dengan wilayah dan populasi terkecil di Piala Dunia tidak membuat Curacao bisa dianggap lawan mudah. Di balik nama yang mungkin kurang diperhitungkan, tim ini memiliki fondasi kuat berkat keterikatan besar dengan Belanda, salah satu negara dengan tradisi panjang di sepak bola internasional.
Menariknya, hampir seluruh komposisi pemain Curacao memiliki latar belakang Belanda. Dari 26 nama yang masuk skuad Piala Dunia, hanya satu pemain yang lahir di tanah Curacao, yakni Tahith Chong. Namun, ia meninggalkan pulau tersebut sejak usia 10 tahun dan melanjutkan kehidupan serta karier sepak bolanya di Belanda. Sisanya merupakan pemain kelahiran Belanda yang memiliki garis keturunan Curacao.
Sebagai wilayah otonom Kerajaan Belanda, Curacao dihuni sekitar 150 ribu penduduk dengan ukuran wilayah yang relatif kecil. Kendati demikian, seluruh pemain tim nasional memegang paspor Belanda, sehingga perkembangan kualitas sepak bola mereka banyak dipengaruhi sistem pembinaan Eropa.
Dilansir dari Reuters, perubahan besar dalam performa Curacao tidak terlepas dari tangan dingin pelatih veteran Dick Advocaat. Sebelum resmi menangani tim, ia sempat enggan menerima pekerjaan tersebut lantaran federasi sepak bola Curacao sedang mengalami persoalan tata kelola dan mendapat pengawasan dari FIFA.
Setelah akhirnya menerima tanggung jawab pada awal 2024, Advocaat langsung bergerak memperkuat skuad dengan memanggil pemain keturunan Curacao yang berkembang di Belanda. Strategi itu terbukti meningkatkan kualitas permainan sekaligus membuka jalan menuju sejarah baru bagi negara tersebut.
Sempat meninggalkan jabatan karena kondisi kesehatan putrinya, Advocaat kembali memimpin tim beberapa bulan kemudian setelah sebelumnya tugas pelatih diambil alih Fred Rutten. Pengalamannya yang pernah menangani tim nasional Belanda dan membawa Korea Selatan tampil di Piala Dunia menjadi bekal penting dalam membangun Curacao.
Pelatih senior itu juga mengaku perlu menyesuaikan diri dengan kultur para pemain yang terbiasa menciptakan suasana santai lewat nyanyian dan tarian sebelum pertandingan. Lambat laun, ia memahami bahwa karakter khas Karibia tersebut justru menjadi bagian dari kekuatan mental tim.
“Kami mulai membangun, tetapi dengan kembali ke dasar terlebih dahulu,” jelas Advocaat.
“Kami tidak pernah memiliki alasan untuk meragukan semangat dan komitmen para pemain. Tetapi kami harus memberikan fondasi dan membangun organisasi permainan. Menyenangkan melihat semuanya cepat dipahami dan menghasilkan dampak positif,” ujarnya.
Tiket menuju Piala Dunia diamankan Curacao setelah hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Jamaika di laga tandang pada November lalu mengantar mereka menjadi pemuncak grup. Di putaran final nanti, Curacao akan menghadapi tantangan berat di Grup E bersama timnas Ekuador, timnas Jerman, dan timnas Pantai Gading.
Advocaat memahami bahwa level persaingan akan meningkat drastis, namun ia tetap menanamkan keyakinan kepada timnya. “Kami telah membuktikan bahwa kami sulit dikalahkan,” katanya.
“Namun lawan-lawan di grup ini tentu memiliki kualitas berbeda. Kami tahu ini akan sangat sulit, tetapi tidak ada yang mustahil,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....