TNI AU Perkuat Sinergi Kelola Udara

  • 07 Feb 2026 14:58 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam: - TNI Angkatan Udara melalui Dinas Pengembangan Operasi TNI AU (Disbangopsau) menggelar coffee morning bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan dan AirNav Indonesia di Ruang Rapat Disbangopsau, Rabu (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mempererat sinergi sipil–militer dalam pengelolaan ruang udara nasional yang aman, tertib, dan berdaulat.

Mengusung tema peningkatan kolaborasi TNI AU dengan Ditjen Hubud serta AirNav Indonesia, pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi rencana pengembangan satuan operasi serta program operasi dan latihan TNI AU tahun 2026. Langkah tersebut penting untuk menyelaraskan kepentingan pertahanan udara dengan kebutuhan keselamatan dan kelancaran penerbangan sipil yang terus meningkat seiring pertumbuhan trafik udara nasional.

Dalam diskusi, para pihak membahas penguatan koordinasi pengelolaan ruang udara, integrasi sistem komunikasi dan pertukaran data, serta prosedur penanganan kontinjensi penerbangan, termasuk skenario darurat dan gangguan keamanan. Sinergi ini krusial untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih kepentingan antara operasi militer dan lalu lintas penerbangan sipil, sekaligus menjaga keselamatan penerbangan (aviation safety) dan keamanan ruang udara (airspace security).

Pertemuan tersebut juga menyinggung pentingnya implementasi konsep Civil–Military Coordination (CivMil) dalam manajemen lalu lintas udara, sejalan dengan standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Kolaborasi yang solid antara TNI AU, Ditjen Hubud, dan AirNav Indonesia diharapkan mampu mendukung modernisasi sistem navigasi penerbangan, peningkatan kapasitas SDM, serta optimalisasi penggunaan ruang udara nasional untuk kepentingan pertahanan dan pelayanan publik.

Selain itu, forum coffee morning menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap masukan terkait rencana latihan TNI AU agar pelaksanaannya tetap memperhatikan keselamatan penerbangan sipil dan meminimalkan potensi disrupsi operasional bandara. Kesepahaman ini penting dalam menghadapi dinamika ancaman keamanan udara, perkembangan teknologi pesawat tanpa awak (UAV/drone), serta meningkatnya intensitas penerbangan komersial dan non-komersial.

Melalui pertemuan ini, TNI AU menegaskan komitmennya membangun kemitraan yang adaptif dan berkelanjutan dengan pemangku kepentingan sipil. Sinergi yang kuat diharapkan mampu memperkokoh kedaulatan ruang udara Indonesia, meningkatkan keselamatan penerbangan, serta mendukung kelancaran aktivitas transportasi udara nasional sebagai urat nadi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....