PMPP TNI Perkuat Kapasitas Penanganan Ancaman IED

  • 04 Feb 2026 21:28 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Bogor: Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P., menerima Courtesy Call Delegasi United Nations Mine Action Service (UNMAS) yang dipimpin Raymond Kemei selaku Team Leader bersama David Markus Fritschi sebagai Training Officer. Pertemuan berlangsung di Hall Markas Komando PMPP TNI, Sentul, Bogor, Selasa (3/2/2026), sekaligus mengawali rangkaian Explosive Hazard Awareness Training–Improvised Explosive Device (EHAT–IED) yang dilaksanakan pada 2–6 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Komandan PMPP TNI menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi UNMAS serta menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam mitigasi ancaman ranjau dan bahan peledak. Ia berharap kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui pelaksanaan kursus dan pelatihan berkelanjutan di PMPP TNI, guna meningkatkan kapasitas peacekeeper Indonesia, termasuk para instruktur dan pelatih PMPP TNI sebagai multiplier effect bagi satuan-satuan tugas di daerah misi.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat capacity building serta membahas potensi kerja sama latihan antara PMPP TNI dan UNMAS di bidang penanganan ranjau dan bahan peledak. Penguatan kompetensi ini krusial mengingat ancaman Improvised Explosive Device (IED) masih menjadi salah satu risiko terbesar bagi pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah misi yang rawan konflik. Indonesia, sebagai salah satu kontributor pasukan terbesar dalam misi PBB, terus berupaya memastikan kesiapan personelnya sesuai standar keselamatan internasional.

Dalam kesempatan yang sama, delegasi UNMAS menyaksikan demonstrasi EHAT–IED di Daerah Latihan PMPP TNI yang diperagakan oleh personel dan pelatih PMPP TNI. Materi meliputi pengenalan spektrum ancaman bahan peledak dan IED, identifikasi tanda bahaya dengan dukungan K-9, prosedur evakuasi, pengecekan akhir area, serta penerapan protokol keselamatan di daerah misi. Demonstrasi ini menunjukkan kesiapan PMPP TNI dalam mengadopsi praktik terbaik internasional yang relevan dengan konteks operasi lapangan.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan Staf Operasi Mabes TNI, Pejabat Utama PMPP TNI, perwakilan Kementerian Luar Negeri, delegasi UNMAS, perwakilan United Nations Information Centre (UNIC) Indonesia, serta para instruktur dan pelatih PMPP TNI. Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini menegaskan sinergi nasional–internasional dalam mendukung kesiapan pasukan Indonesia di bawah mandat PBB.

Melalui pelatihan EHAT–IED dan penguatan kemitraan dengan UNMAS, diharapkan prajurit TNI memiliki pemahaman komprehensif terkait ancaman bahan peledak serta mampu menerapkan prosedur keselamatan yang ketat di lapangan. Upaya ini sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia, dengan menempatkan keselamatan personel dan perlindungan warga sipil sebagai prioritas utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....