Ini 4 Kuliner Ikan Mentah Tradisional Khas Nusantara yang Menggugah Selera

  • 29 Sep 2026 16:26 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Jepang terkenal dengan hidangan sashimi-nya yang mendunia, menggunakan ikan laut dalam seperti salmon dan tuna. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia juga memiliki tradisi kuliner kaya berupa hidangan ikan mentah yang tidak kalah lezat dan unik?

Alih-alih dimasak di atas api, berbagai daerah di Nusantara memanfaatkan tingkat kesegaran tangkapan laut dan air tawar, lalu mematangkannya secara alami menggunakan asam seperto jeruk nipis atau lemon atau melalui proses fermentasi tradisional yang kaya rempah.

Berikut adalah empat kuliner tradisional khas Nusantara berbahan ikan mentah yang sarat sejarah dan menggugah selera:

1. Gohu Ikan (Maluku Utara)

Sering dijuluki sebagai sashimi ala Indonesia, gohu ikan menggunakan daging ikan Jenis IkanTuna sirip kuning (yellowfin tuna) atau cakalang mentah yang dipotong dadu kecil. Ikan dimarinasi dengan perasan air lemon cui dan garam untuk mengurangi bau amis sekaligus mematangkan permukaannya secara kimiawi. Hidangan ini kemudian disiram dengan tumisan minyak kelapa hangat, bawang merah, cabai merah, dan daun kemangi segar yang memberikan aroma wangi khas.

2. Naniura (Sumatera Utara)

Berbeda dari kebanyakan hidangan ikan mentah laut, naniura menggunakan ikan mas air tawar dari kawasan Danau Toba. Pada masa lampau, hidangan ini merupakan sajian eksklusif yang khusus dipersembahkan untuk para raja. Ikan mas dibersihkan secara teliti, lalu "dimatangkan" tanpa api melalui rendaman air jeruk purut yang pekat. Setelah itu, ikan dilumuri bumbu kuning kaya rempah, termasuk penggunaan andaliman yang memberikan sensasi kebas yang unik di lidah.

3. Rusip (Bangka Belitung)

Jika gohu dan naniura mengandalkan asam jeruk untuk konsumsi instan, rusip diolah melalui metode fermentasi tradisional. Ikan teri atau bilis segar dicampur dengan gula merah, garam, dan air kerak nasi, lalu disimpan dalam wadah tertutup rapat selama beberapa hari. Hasil fermentasi ini menghasilkan aroma dan rasa yang sangat khas, biasa disantap sebagai sambal pendamping lalapan segar bersama irisan bawang merah dan cabai rawit.

4. Pacco (Sulawesi Selatan)

Masyarakat Bugis-Luwu memiliki tradisi mengonsumsi ikan teri putih atau ikan air tawar kecil mentah bernama pacco. Ikan segar dicampur langsung dengan air jeruk sambal atau jeruk nipis, garam, dan cabai rawit tumbuk. Sebagai pelengkap tekstur, hidangan ini sering kali ditaburi dengan kacang tanah goreng tumbuk kasar, menciptakan perpaduan rasa gurih, asam, pedas, dan menyegarkan di dalam mulut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....