Dampak Polusi Asap bagi Kesehatan Tubuh
- 29 Sep 2026 06:29 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Polusi asap bukan cuma bikin udara terlihat berkabut atau membuat mata terasa perih. Di balik asap yang kita hirup, ada berbagai partikel dan zat pencemar yang bisa masuk ke dalam tubuh, terutama ketika paparan terjadi berulang kali.
Salah satu yang paling banyak diperhatikan adalah particulate matter atau PM, terutama PM2.5. Ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. WHO menjelaskan bahwa PM2.5 bahkan dapat menembus penghalang paru-paru dan masuk ke aliran darah. (World Health Organization)
| Baca juga: Manfaat Teripang untuk Kesehatan Tubuh |
Dalam jangka pendek, paparan polusi partikulat dapat memicu keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, sesak atau napas berbunyi, serta memperburuk kondisi seperti asma. Dampaknya tidak hanya terjadi pada paru-paru, tetapi juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. (US EPA)
Kalau paparannya berlangsung dalam waktu lama, risikonya menjadi lebih serius. WHO menyebut paparan polusi udara, terutama partikulat, berkaitan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, penyakit paru obstruktif kronis, infeksi saluran pernapasan, hingga kanker paru. (World Health Organization)
Menariknya, tubuh tidak selalu langsung memberikan tanda ketika terpapar polusi. Seseorang bisa saja merasa baik-baik saja, tetapi paparan berulang tetap dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dalam jangka panjang. Karena itu, kualitas udara tetap perlu diperhatikan meskipun tidak sedang merasakan keluhan.
Anak-anak, lansia, serta orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau paru-paru termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi partikulat. WHO juga mencatat bahwa anak-anak dan kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu dapat mengalami dampak yang lebih besar. (World Health Organization)
Saat kualitas udara sedang buruk, salah satu langkah sederhana adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik yang membuat kita bernapas lebih cepat. Menggunakan masker yang sesuai dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan juga dapat membantu mengurangi paparan.
Jadi, polusi asap bukan sekadar masalah pemandangan atau kenyamanan. Semakin sering dan semakin lama tubuh terpapar udara yang tercemar, semakin besar pula perhatian yang perlu diberikan terhadap kesehatan paru-paru dan jantung. Mengecek kualitas udara sebelum beraktivitas di luar bisa menjadi kebiasaan sederhana untuk mengurangi paparan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....