Begadang Terus, Kenali Dampaknya bagi Tubuh
- 22 Jul 2026 09:51 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan tubuh. Saat tidur, tubuh bekerja memperbaiki jaringan, mengatur hormon, hingga memperkuat sistem kekebalan. Namun, di tengah kesibukan dan gaya hidup modern, banyak orang mengorbankan waktu tidur demi pekerjaan, hiburan, atau aktivitas lainnya. Kurang tidur sering dianggap hal biasa. Padahal, jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.
Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam, sementara remaja membutuhkan waktu tidur sekitar 8 hingga 10 jam agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Studi yang dipublikasikan oleh American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society merekomendasikan durasi tersebut untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan.
Salah satu dampak yang paling cepat dirasakan akibat kurang tidur adalah menurunnya konsentrasi. Seseorang yang kurang tidur cenderung lebih sulit fokus, mudah lupa, dan membutuhkan waktu lebih lama dalam mengambil keputusan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kesalahan saat bekerja maupun berkendara. Tidak hanya memengaruhi kemampuan berpikir, kurang tidur juga berdampak pada kesehatan emosional.
Seseorang yang kurang istirahat lebih mudah merasa lelah, mudah marah, cemas, hingga mengalami perubahan suasana hati. Dalam jangka panjang, kurang tidur juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk memiliki hubungan erat dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati.
Dari sisi kesehatan fisik, tidur yang tidak cukup dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur berhubungan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Hal ini terjadi karena kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar, kadar gula darah, dan tekanan darah.
Sistem kekebalan tubuh juga membutuhkan waktu tidur yang cukup agar dapat bekerja secara optimal. Saat tidur, tubuh memproduksi berbagai protein dan sel imun yang membantu melawan infeksi. Kurang tidur dalam waktu lama dapat membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan.
Meski demikian, kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu tidur. Kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur, mengonsumsi kafein pada malam hari, atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur juga dapat memengaruhi kualitas istirahat seseorang. Untuk mendapatkan tidur yang lebih berkualitas, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, membatasi penggunaan ponsel atau perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur, menciptakan suasana kamar yang nyaman, serta menghindari konsumsi kafein atau makanan berat menjelang waktu istirahat.
Menjaga waktu tidur yang cukup merupakan salah satu investasi penting bagi kesehatan. Dengan istirahat yang berkualitas, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri sehingga seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih bugar, produktif, dan sehat dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....