Eksim, Penyebab Gatal yang Sering Kambuh

  • 11 Sep 2026 08:23 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Rasa gatal pada kulit yang terus berulang tidak selalu menjadi tanda masalah kulit biasa. Kondisi tersebut perlu diperhatikan, terutama jika disertai ruam, kulit kering, kemerahan, atau gangguan yang mulai menghambat aktivitas sehari-hari.

Mengutip Halodoc, eksim merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan peradangan pada kulit. Kondisi yang juga dikenal sebagai dermatitis ini dapat menyebabkan kulit menjadi merah, kering, bersisik, muncul ruam, hingga menimbulkan rasa gatal dan umumnya tidak menular.

Eksim terjadi ketika kulit mengalami gangguan yang memicu respons peradangan. Respons sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap alergen maupun iritan tertentu dapat membuat gejala semakin berat.

Kondisi ini dapat dialami siapa saja, meski eksim umumnya mulai muncul sejak masa kanak-kanak. Gejalanya dapat berlangsung dalam jangka panjang dan cenderung mengalami kekambuhan pada waktu tertentu.

Gejala eksim yang paling umum berupa kulit kering, bersisik, kemerahan, dan terasa gatal. Pada kondisi yang lebih berat, kulit dapat pecah, berkerak, menebal, atau mengalami luka akibat kebiasaan menggaruk secara berulang.

Area tubuh yang mengalami eksim juga dapat berbeda pada setiap orang. Bagian yang cukup sering terdampak antara lain tangan, kaki, leher, dada, lutut, serta area lipatan tubuh.

Penyebab eksim hingga kini belum diketahui secara pasti karena dapat dipengaruhi berbagai faktor. Kombinasi faktor genetik dan lingkungan diduga memiliki peran penting terhadap munculnya kondisi tersebut.

Faktor keturunan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami eksim, khususnya jika terdapat anggota keluarga dengan kondisi serupa. Mutasi pada gen tertentu juga dapat memengaruhi kemampuan kulit dalam menjalankan fungsi perlindungan sekaligus memengaruhi respons sistem kekebalan tubuh.

Selain faktor genetik, kondisi lingkungan juga dapat menjadi pemicu munculnya maupun memburuknya gejala eksim. Beberapa faktor yang dapat memicu antara lain penggunaan sabun dan deterjen, paparan debu, bulu hewan, serbuk sari, serta perubahan suhu.

Kulit yang terlalu kering juga dapat membuat lapisan pelindung kulit melemah sehingga lebih mudah mengalami iritasi. Kondisi tersebut membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap berbagai pemicu yang akhirnya dapat memicu peradangan dan gejala eksim.

Stres bukan merupakan penyebab utama eksim, tetapi dapat memperburuk gejala atau memicu kekambuhan pada sebagian orang. Faktor lain seperti perubahan hormon, keringat, cuaca ekstrem, dan makanan tertentu juga dapat menjadi pencetus pada individu tertentu.

Rasa gatal yang muncul sering membuat penderita terdorong untuk menggaruk bagian kulit yang bermasalah. Namun, garukan berulang justru dapat memperparah iritasi, menimbulkan luka, dan meningkatkan risiko infeksi ketika lapisan kulit mengalami kerusakan.

Dalam kondisi tertentu, eksim dapat disertai infeksi yang ditandai dengan keluarnya cairan atau nanah dari kulit yang mengalami luka. Mengutip Siloam Hospitals, eksim basah dapat berkaitan dengan infeksi yang terjadi setelah kulit terluka akibat garukan berulang.

Karena dapat kambuh, penanganan eksim umumnya berfokus pada pengendalian gejala serta upaya menghindari faktor yang dapat memicunya. Menjaga kelembapan kulit dan mengenali berbagai pencetus menjadi bagian penting dalam membantu mengurangi risiko kekambuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....