Jangan Sampai Salah, Kenali Ciri ASI Perah Beku yang Sudah Basi
- 30 Apr 2026 14:01 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Menyimpan Air Susu Ibu (ASI) di dalam freezer memang efektif untuk memperpanjang masa simpan hingga hitungan bulan. Namun, suhu dingin bukan jaminan mutlak ASI tetap dalam kondisi prima. Faktor seperti listrik padam, suhu freezer yang tidak stabil, hingga wadah yang kurang rapat bisa menyebabkan ASI basi atau rusak.
Agar kesehatan pencernaan bayi tetap terjaga, penting bagi orang tua untuk mengetahui ciri-ciri ASI yang sudah tidak layak konsumsi setelah dikeluarkan dari pembeku.
1. Perubahan Bau yang Menyengat
ASI yang masih baik umumnya memiliki aroma ringan atau sedikit manis. Jika setelah dicairkan ASI mengeluarkan bau asam, tengik, atau tidak sedap, hal ini bisa menjadi tanda bahwa ASI sudah rusak dan sebaiknya tidak digunakan.
2. Perubahan Warna yang Tidak Normal
Secara alami, warna ASI bisa bervariasi, mulai dari putih kekuningan hingga sedikit kebiruan. Namun, jika terlihat perubahan warna yang mencolok seperti keabu-abuan atau kecokelatan yang tidak biasa, ini patut dicurigai sebagai tanda penurunan kualitas.
| Baca juga: Manfaat Baik Minum Air Putih 4 Liter Sehari |
3. Tekstur Tidak Wajar Setelah Dicairkan
ASI beku biasanya akan terpisah menjadi lapisan lemak dan cairan setelah dicairkan, dan ini normal. Namun, jika setelah dikocok perlahan teksturnya tetap menggumpal, berlendir, atau tidak menyatu kembali, kemungkinan ASI sudah tidak layak konsumsi. Jika setelah digoyang atau diaduk masih terdapat gumpalan-gumpalan kecil yang mengapung atau lemak tetap terpisah membandel, itu tandanya protein dalam ASI sudah rusak.
4. Disimpan Melebihi Batas Waktu
ASI yang disimpan di freezer umumnya aman hingga sekitar 6 bulan dalam kondisi suhu stabil. Jika sudah melewati batas waktu tersebut, kualitas nutrisi dapat menurun meskipun secara fisik tampak normal.
ASI yang sering mengalami perubahan suhu, misalnya karena freezer sering dibuka-tutup atau mati listrik, berisiko mengalami kerusakan lebih cepat. Fluktuasi suhu dapat memicu pertumbuhan bakteri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....