8 Jenazah Ditemukan dari Longsor Salju Gunung Himlung Nepal

  • 02 Okt 2026 18:47 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Operasi pencarian korban longsoran salju di kawasan Gunung Himlung, Nepal, kembali membuahkan hasil. Tim penyelamat menemukan delapan jenazah pada Kamis, sehingga jumlah korban meninggal yang telah dievakuasi mencapai 15 orang.

Dilansir dari AFP, bencana tersebut terjadi di area base camp Gunung Himlung yang berada pada ketinggian 7.126 meter. Longsoran salju menerjang lokasi pada Minggu pagi ketika para pekerja lokal tengah menyiapkan berbagai keperluan untuk kegiatan pendakian berikutnya.

Lokasi kejadian berada di kawasan pegunungan dekat perbatasan Nepal dengan China. Sebanyak 16 pekerja ekspedisi sebelumnya dilaporkan tertimbun material salju dalam peristiwa yang disebut sebagai salah satu bencana pendakian paling serius di Nepal dalam beberapa tahun terakhir.

Tul Singh Gurung, Presiden Nepal National Mountain Guide Association, mengatakan pencarian pada Kamis berhasil menemukan delapan korban.

"Tim telah menemukan delapan jenazah hari ini," kata Gurung.

Dengan penemuan terbaru tersebut, hanya satu dari 16 orang yang masih belum ditemukan. Tim penyelamat berharap proses pencarian dapat segera menemukan korban terakhir.

"Kami berharap orang terakhir juga akan ditemukan," ujarnya.

Pencarian dilakukan oleh 11 personel, termasuk pemandu gunung yang memiliki pengalaman menghadapi kondisi ekstrem. Tim harus bekerja di tengah timbunan salju yang mencapai lebih dari empat meter dan menutupi sejumlah tenda di kawasan base camp.

Sebelum penemuan terbaru itu, dua pemandu gunung telah ditemukan meninggal pada Minggu. Dua korban lainnya yang merupakan pekerja dapur berhasil dievakuasi dari timbunan pada Senin, kemudian tiga jenazah kembali ditemukan sehari setelahnya.

Rangkaian bencana tersebut menambah daftar kejadian mematikan di kawasan pegunungan Nepal. Pada 2014, longsoran salju di Everest menewaskan 16 orang. Setahun kemudian, gempa bumi di kawasan gunung yang sama menyebabkan 18 orang meninggal dunia.

Di tengah operasi pencarian korban longsor, Nepal juga masih menghadapi dampak bencana lain. Pemerintah masih mencari korban banjir besar yang dipicu runtuhnya gletser pegunungan pada 26 Agustus. Bencana itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.400 orang dan membuat lebih dari 5.000 lainnya belum ditemukan.

Cuaca buruk kembali menjadi tantangan. Hujan deras yang berlangsung sejak Kamis memicu banjir serta tanah longsor baru di sejumlah wilayah. Badan penanggulangan bencana nasional mencatat sedikitnya 21 orang meninggal akibat kejadian tersebut.

Nepal dikenal sebagai salah satu tujuan utama wisata pendakian dan trekking dunia karena memiliki delapan dari 14 puncak tertinggi di planet ini. Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dari sektor pariwisata negara tersebut.

Sementara itu, Gunung Himlung merupakan salah satu tujuan yang banyak dipilih pendaki untuk memulai perjalanan menuju puncak-puncak dengan ketinggian lebih dari 7.000 meter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....