Pencarian Dua Pria Hilang di Gua Laos Berlanjut, Tim Penyelamat Cari Jalur Baru
- 03 Jun 2026 06:00 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Operasi penyelamatan terhadap dua pria yang belum ditemukan di sebuah gua tergenang di Laos terus dilakukan. Tim evakuasi kini mengubah strategi dengan memburu akses masuk lain setelah curah hujan tinggi menyulitkan penyelaman dan memperbesar risiko di area pencarian.
Dilansir dari AFP, lokasi pencarian berada di Provinsi Xaysomboun, tempat tujuh orang sebelumnya terjebak akibat banjir mendadak yang memenuhi lorong gua. Pekan lalu, lima dari mereka berhasil ditemukan dalam keadaan hidup sekitar 300 meter dari pintu masuk.
Satu korban dievakuasi oleh penyelam asing pada Jumat, sedangkan empat lainnya berhasil keluar sendiri sehari berikutnya. Selama proses itu, petugas rutin mengirim logistik berupa makanan, obat-obatan, sekaligus mengurangi genangan air agar jalur evakuasi lebih mudah dilewati.
Seorang penyintas bernama Laen mengungkapkan bahwa rombongan awalnya masuk ke dalam gua untuk mencari kelelawar sebagai sumber pangan. Selain itu, mereka juga berharap menemukan emas di bekas area pertambangan yang berada di dalam kawasan tersebut.
“Namun kemudian hujan turun dan gua terendam banjir,” ujar Laen.
“Kami pergi mencari makanan dan berpikir jika bisa sekaligus mendapatkan uang, kenapa tidak? Begitulah cara kami hidup di desa,” katanya.
Keterangan dari media pemerintah Laos sebelumnya menyebut kelompok itu memang masuk ke gua dengan tujuan mencari emas. Sementara dua orang yang belum ditemukan diperkirakan bergerak lebih dalam sebelum debit air meningkat drastis.
Akibat kondisi di dalam gua yang semakin berbahaya, petugas penyelamat kini tidak hanya fokus pada jalur utama. Mereka mulai menelusuri kemungkinan akses dari sisi lain gunung untuk mencapai ruang yang diduga menjadi tempat perlindungan kedua korban.
Penyelam asal Malaysia, Lee Kian Lie, menjelaskan bahwa satu tim tetap bekerja di dalam gua guna membersihkan jalur yang tertutup genangan dan material akibat hujan. Pada saat bersamaan, kelompok lain bergerak mencari kemungkinan pintu masuk berbeda menuju lokasi target.
Penyelam Finlandia, Mikko Paasi, menyebut beberapa bagian lorong menjadi terlalu rapuh untuk dilalui setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Karena itu, fokus pencarian sementara dipindahkan ke area di atas sistem gua yang diyakini mungkin terhubung dengan ruang persembunyian korban.
Upaya lain juga dilakukan tim penyelamat Thailand dengan memanfaatkan teknologi radar satelit guna mendeteksi kemungkinan rongga atau terowongan tersembunyi. Mereka juga mempercepat pengurasan air dan memasang suplai udara untuk membantu proses eksplorasi bawah tanah.
Sementara itu, penyelam Jepang Yoshitaka Isaji melaporkan adanya indikasi jalur tambahan melalui sebuah retakan di kawasan pegunungan. Menurut perkiraan awal, celah tersebut mungkin mengarah ke bagian dalam gua setelah penurunan sekitar 100 meter menggunakan tali pengaman.
Harapan baru muncul ketika salah satu tim penyelamat Thailand mengaku mendengar bunyi ketukan balasan dari dalam ruang gua usai menuruni area sedalam sekitar 70 meter. Temuan tersebut dianggap sebagai sinyal positif bahwa kedua pria yang hilang mungkin masih bertahan hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....