Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Penumpang Dievakuasi ke Eropa

  • 07 Mei 2026 16:12 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tiga orang yang dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius akibat wabah hantavirus telah diterbangkan ke Eropa menggunakan dua pesawat medis berbeda. Mereka diberangkatkan setelah situasi kesehatan di atas kapal memicu perhatian internasional.

Dilansir dari AFP, salah satu pesawat medis dilaporkan mendarat di Amsterdam, Belanda, pada Rabu waktu setempat. Sementara pesawat lainnya lebih dulu tiba di Las Palmas, wilayah Kepulauan Canary milik Spanyol.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sebelumnya mengonfirmasi tim darurat mengevakuasi dua awak kapal yang mengalami sakit serta satu orang lain yang diketahui sempat melakukan kontak dengan pasien positif.

Kapal MV Hondius sendiri sebelumnya berada di perairan lepas Tanjung Verde sebelum akhirnya meninggalkan lokasi labuh usai proses evakuasi selesai dilakukan.

Wabah tersebut menjadi sorotan global setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia dengan dugaan kuat akibat infeksi hantavirus. Virus langka itu diketahui dapat menyerang sistem pernapasan dan biasanya menyebar melalui hewan pengerat yang terinfeksi.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta masyarakat tidak menyamakan situasi ini dengan pandemi Covid-19.

“Kondisi ini tidak seperti pandemi Covid-19, risiko bagi dunia secara keseluruhan rendah,” kata Tedros.

Para ahli menyebut jenis virus yang ditemukan di kapal tersebut merupakan Andes virus, satu-satunya varian hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia. Meski demikian, otoritas kesehatan menilai tingkat penyebarannya jauh lebih rendah dibanding Covid-19.

MV Hondius diketahui memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April lalu. Kasus pertama muncul setelah sejumlah penumpang mulai mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.

Seorang pria asal Belanda meninggal dunia di atas kapal pada 11 April. Istrinya yang mengantar jenazah ke Afrika Selatan juga meninggal beberapa hari kemudian setelah ikut jatuh sakit.

Dua pasien lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan, dan Zurich, Swiss.

Pemerintah Spanyol menyatakan kapal tersebut diperkirakan akan bersandar di Tenerife dalam beberapa hari mendatang. Setelah itu, para penumpang asing akan dipulangkan ke negara asal masing-masing apabila kondisi kesehatan mereka memungkinkan.

Kekhawatiran sempat meningkat setelah diketahui salah satu korban yang meninggal pernah melakukan perjalanan menggunakan pesawat komersial saat telah menunjukkan gejala penyakit. Otoritas kesehatan kini masih menelusuri penumpang lain yang kemungkinan sempat melakukan kontak.

Maskapai Belanda KLM juga mengungkap salah satu korban sempat berada di dalam pesawat tujuan Belanda dari Johannesburg sebelum akhirnya diturunkan sebelum keberangkatan.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, menegaskan kasus penularan antar manusia sangat jarang terjadi.

“Penularan seperti itu sangat jarang dan hanya terjadi karena kontak sangat dekat antar manusia,” ujarnya.

Perwakilan WHO di Tanjung Verde, Ann Lindstrand, menyebut kondisi tiga orang yang dievakuasi dari kapal berada dalam keadaan stabil. Salah satu di antaranya bahkan tidak menunjukkan gejala apa pun.

Kapal pesiar MV Hondius diketahui membawa total 88 penumpang dan 59 kru dari 23 negara berbeda selama pelayaran berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....