Singapura Gelontorkan Rp10 Triliun untuk Inovasi Transportasi Masa Depan
- 08 Jul 2026 09:32 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Dilansir dari The Straits Times Pemerintah Singapura mengalokasikan dana sebesar 800 juta dolar Singapura atau sekitar Rp10 triliun untuk mendukung riset dan inovasi sektor transportasi selama lima tahun ke depan. Investasi besar tersebut diumumkan oleh Menteri Perhubungan sementara Singapura, Jeffrey Siow, pada 7 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat transportasi dan logistik global.
Pendanaan tersebut merupakan bagian dari program National Research Foundation melalui skema Research, Innovation and Enterprise (RIE) 2030. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan berbagai teknologi masa depan yang diyakini mampu mengubah sistem transportasi secara menyeluruh, mulai dari depo kereta otomatis, jaringan pelabuhan pintar, hingga sistem pengaturan lalu lintas udara berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sekitar dua pertiga dari total anggaran, atau 530 juta dolar Singapura, akan difokuskan pada pengembangan sistem otonom dan teknologi digital twin. Digital twin merupakan replika virtual dari aset atau sistem fisik yang memanfaatkan data secara real time sehingga memungkinkan proses pemantauan, analisis, simulasi, dan pengambilan keputusan dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi jaringan pelabuhan, bandara, serta sistem logistik nasional.
Sementara itu, lebih dari 260 juta dolar Singapura akan dialokasikan untuk riset di sektor transportasi darat, penerbangan, dan maritim. Di sektor perkeretaapian, penelitian diarahkan pada pengembangan transportasi umum otonom, depo kereta otomatis, serta pemanfaatan AI dan sensor untuk memprediksi kebutuhan perawatan sehingga mampu meningkatkan keandalan layanan sekaligus mengurangi biaya pemeliharaan.
Pada sektor penerbangan, Singapura akan mengembangkan sistem AI untuk mengoptimalkan pergerakan pesawat, mengurangi waktu tempuh penerbangan, menekan emisi karbon, serta membantu pengendali lalu lintas udara menghadapi meningkatnya jumlah penumpang dan kargo. Sementara di sektor maritim, fokus penelitian meliputi operasional pelabuhan otonom, kapal pintar, penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan, serta layanan pelabuhan yang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi arus perdagangan internasional.
Selain investasi teknologi, pemerintah juga menaruh perhatian pada kesiapan sumber daya manusia. Menanggapi kekhawatiran pengemudi taksi dan transportasi daring terhadap perkembangan kendaraan tanpa pengemudi, Jeffrey Siow menegaskan bahwa pekerjaan pengemudi tidak akan hilang dalam waktu dekat. Pemerintah bahkan menyiapkan berbagai program pelatihan ulang dan insentif agar para pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan memperoleh peluang karier baru di sektor transportasi modern.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Singapura untuk mempertahankan daya saing di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan perubahan rantai pasok global. Dengan menggabungkan investasi pada kecerdasan buatan, otomatisasi, infrastruktur digital, serta pengembangan talenta, Singapura berharap dapat memperkuat konektivitas kawasan ASEAN, menjaga posisinya sebagai salah satu pusat logistik terkemuka di dunia, sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....