Singapura Perkuat Tebing Pantai Tanjong Rimau untuk Cegah Erosi
- 19 Jul 2026 21:37 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Singapura akan melakukan pekerjaan penguatan lereng di kawasan pesisir Tanjong Rimau, Pulau Sentosa, sebagai langkah mengatasi erosi pantai dan kerusakan lereng yang semakin sering terjadi akibat cuaca ekstrem.
Kawasan tersebut merupakan bagian dari Fort Siloso yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi habitat berbagai satwa liar. The Straits Times melaporkan pekerjaan ini diperkirakan dimulai pada akhir 2026 dan berlangsung hingga 2028.
Proyek tersebut meliputi pemasangan paku batu (rock nails), penyemprotan beton (shotcrete), pembangunan dinding penahan tanah, serta pemasangan blok beton di sepanjang garis pantai.
Selain memperkuat struktur lereng, pekerjaan itu juga bertujuan mengurangi dampak abrasi akibat gelombang laut dan curah hujan tinggi yang dalam beberapa tahun terakhir memicu longsoran batu di kawasan tersebut.
Menurut The Straits Times, kerusakan lereng di Tanjong Rimau mulai menjadi perhatian setelah beberapa kejadian longsor dan runtuhan batu yang dipicu hujan deras.
Studi geoteknik kemudian dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang mampu menjaga kestabilan kawasan tanpa mengabaikan nilai lingkungan dan sejarah Fort Siloso.
Pihak pengelola Sentosa menyatakan pekerjaan konstruksi akan dilakukan secara bertahap agar dampaknya terhadap kawasan wisata dan habitat alami dapat diminimalkan. Jalur yang terdampak proyek akan ditutup sementara selama proses pengerjaan, sementara akses ke area lain di Sentosa tetap dibuka bagi pengunjung.
Kawasan Tanjong Rimau dikenal sebagai salah satu lokasi dengan keanekaragaman hayati yang tinggi di Singapura. Wilayah ini menjadi habitat berbagai spesies laut, burung, serta vegetasi pesisir yang dilindungi sehingga pelaksanaan proyek akan disertai langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi gangguan terhadap ekosistem setempat.
Chief Executive Sentosa Development Corporation, Thien Kwee Eng, mengatakan, "Safety remains our top priority while we continue to protect the site's natural and heritage value."
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proyek penguatan lereng dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keselamatan, tetapi juga menjaga karakter alami dan nilai sejarah kawasan Tanjong Rimau.
Selain memperkuat infrastruktur, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Singapura dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap kawasan pesisir. Peningkatan intensitas hujan dan cuaca ekstrem dinilai meningkatkan risiko erosi serta ketidakstabilan lereng di sejumlah wilayah pantai.
Dengan proyek tersebut, pemerintah berharap kawasan Tanjong Rimau tetap aman bagi masyarakat dan wisatawan sekaligus mempertahankan fungsi ekologis serta nilai sejarah Fort Siloso. The Straits Times menyebut upaya ini menjadi bagian dari komitmen Singapura untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, warisan budaya, dan keselamatan publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....