Terminal Baru Singapore Cruise Centre Mulai Beroperasi 7 Juli 2026

  • 06 Jul 2026 09:22 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Singapore Cruise Centre (SCC) akan mulai mengoperasikan terminal barunya pada 7 Juli 2026, dengan proses perpindahan layanan feri dan kapal pesiar dilakukan secara bertahap sepanjang bulan ini.

Operator Batam Fast Ferry menjadi perusahaan pertama yang menggunakan fasilitas baru tersebut mulai 7 Juli. Selanjutnya, Horizon Fast Ferry, Majestic Fast Ferry, Sindo Ferry, dan Indo Falcon Shipping & Travel akan menyusul berpindah pada 15 Juli bersamaan dengan dimulainya operasional kapal pesiar dari terminal baru.

Perpindahan lokasi ini tidak memengaruhi jadwal maupun layanan yang telah berjalan. Seluruh rute pelayaran, tujuan keberangkatan, jadwal perjalanan, hingga posisi sandar kapal tetap dipertahankan seperti sebelumnya.

Terminal baru berdiri di 5 HarbourFront Avenue, hanya sekitar 70 meter dari terminal lama di kawasan HarbourFront Centre. Bangunan berwarna merah itu berada di belakang HarbourFront Tower 2 dan berhadapan langsung dengan kawasan perairan.

Akses menuju terminal juga dirancang lebih mudah. Penumpang dapat berjalan kaki dari Stasiun MRT HarbourFront melalui Exit B yang telah terhubung dengan jalur beratap menuju terminal maupun pusat perbelanjaan VivoCity. Meski demikian, pihak pengelola menyarankan masyarakat memanfaatkan transportasi umum mengingat area parkir yang tersedia cukup terbatas.

Salah satu perubahan paling mencolok hadir pada proses keberangkatan. Penumpang kini dapat melakukan check-in secara mandiri melalui 25 kios swalayan, mencetak boarding pass beserta label bagasi, lalu menyerahkan koper di enam konter bagasi otomatis. Sistem ini menghapus prosedur lama yang mengharuskan pembeli tiket daring mengambil boarding pass di loket operator. Namun demikian, loket pelayanan tetap disediakan bagi penumpang yang membutuhkan bantuan atau memilih proses check-in manual. Barang berukuran besar seperti sepeda juga tetap dilayani melalui area khusus.

Usai menyelesaikan check-in, penumpang akan diarahkan menuju lantai dua untuk menjalani pemeriksaan imigrasi sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan.

Terminal baru turut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti gerai makanan cepat saji, minimarket, ruang menyusui, ruang ibadah, lift bagi pengguna kursi roda, hingga stasiun pengisian daya kendaraan listrik.

Chief Executive Officer Singapore Cruise Centre, Jacqueline Tan, menjelaskan konsep kuliner di terminal memang tidak diarahkan menjadi destinasi bersantap. Menurutnya, terminal ini tidak dirancang sebagai lokasi restoran tujuan sehingga pilihan tenant lebih difokuskan pada makanan praktis yang mudah dibeli dan dibawa, atau konsep grab-and-go yang sesuai dengan kebutuhan para penumpang yang sedang bepergian.

Untuk mempercepat arus keberangkatan, tersedia 14 jalur pemeriksaan imigrasi otomatis, termasuk delapan jalur prioritas bagi keluarga yang membawa anak kecil, lansia, ibu hamil, serta pengguna kursi roda. Beberapa jalur juga dikhususkan bagi pemegang paspor Singapura.

Warga negara dan penduduk tetap Singapura bahkan dapat melewati pemeriksaan imigrasi tanpa perlu menunjukkan paspor fisik karena sistem telah menggunakan teknologi verifikasi biometrik berbasis pengenalan wajah milik Immigration and Checkpoints Authority (ICA).

Dibanding terminal lama, area tunggu keberangkatan kini sekitar 50 persen lebih luas. Selain itu tersedia VIP Lounge yang mampu menampung hingga 70 orang serta enam gerbang boarding otomatis untuk mempercepat proses naik ke kapal.

Pada sisi kedatangan, terminal juga menghadirkan ruang yang lebih lapang dengan 32 jalur pemeriksaan imigrasi otomatis, termasuk jalur prioritas dan jalur khusus bagi warga negara Singapura, penduduk tetap, serta pemegang izin tinggal jangka panjang. Setelah melewati pemeriksaan, penumpang dapat langsung mengambil bagasi, termasuk barang berukuran besar, sebelum meninggalkan terminal.

Sementara itu, pemerintah Singapura masih mengkaji rencana pembangunan terminal feri dan kapal pesiar terpadu di kawasan Greater Southern Waterfront, berdekatan dengan Marina Bay Cruise Centre.

Menanggapi rencana tersebut, Jacqueline Tan mengakui terminal yang baru diresmikan ini kemungkinan akan digantikan pada masa mendatang. Namun, ia memastikan Singapore Cruise Centre akan tetap mengoperasikan fasilitas tersebut selama masih dibutuhkan oleh masyarakat dan industri pelayaran, sehingga layanan kepada penumpang tetap berjalan optimal hingga proyek terminal terpadu benar-benar terealisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....