Lebih dari 68.000 Orang Masih Hilang Usai Gempa Dahsyat di Venezuela

  • 30 Jun 2026 08:58 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Lebih dari 68.000 orang masih dinyatakan hilang setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela pada pekan lalu. Mengutip Euronews, operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh ribuan personel, meski harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis seiring berjalannya waktu.

Bencana tersebut dipicu oleh dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi dalam selang waktu kurang dari satu menit. Guncangan menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah, terutama di negara bagian La Guaira dan ibu kota Caracas, dengan ratusan bangunan runtuh dan infrastruktur mengalami kerusakan berat.

Mengutip Euronews, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai sekitar 1.500 orang. Selain itu, ribuan warga mengalami luka-luka dan puluhan ribu lainnya terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau berada di kawasan yang dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.

Tim penyelamat dari berbagai negara masih terus menyisir reruntuhan bangunan dengan bantuan alat berat, anjing pelacak, serta peralatan pendeteksi kehidupan. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup sehingga memberikan secercah harapan bagi keluarga yang masih menunggu kabar kerabat mereka.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan kerusakan fisik akibat bencana tersebut mencapai sekitar 6,7 miliar dolar AS. Nilai tersebut mencakup kerusakan bangunan, fasilitas umum, jaringan transportasi, serta infrastruktur penting lainnya yang terdampak gempa.

Mengutip Euronews, pemerintah Venezuela bersama organisasi kemanusiaan internasional kini memusatkan perhatian pada pencarian korban, distribusi bantuan darurat, serta penyediaan tempat penampungan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan darurat terus disalurkan ke wilayah yang terdampak paling parah.

Di tengah proses evakuasi, wilayah terdampak masih mengalami gempa susulan yang membuat operasi penyelamatan berlangsung dengan tingkat risiko tinggi. Kondisi tersebut juga memaksa sebagian warga tetap bertahan di ruang terbuka karena khawatir bangunan yang rusak akan kembali runtuh apabila terjadi guncangan lanjutan.

Mengutip Euronews, skala kerusakan akibat dua gempa besar ini menjadikannya sebagai salah satu bencana paling mematikan yang pernah dialami Venezuela dalam beberapa dekade terakhir. Upaya pencarian korban hilang dan pemulihan wilayah diperkirakan akan berlangsung selama berminggu-minggu, sementara kebutuhan bantuan kemanusiaan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengungsi dan besarnya dampak bencana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....