Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jepang Timur Dekat Tokyo

  • 17 Jun 2026 06:15 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah timur Jepang, termasuk kawasan Tokyo, pada Selasa (16/6) malam waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang melaporkan pusat gempa berada di Prefektur Ibaraki, sekitar 50 kilometer di bawah permukaan tanah. Meski getarannya cukup kuat dirasakan warga, otoritas memastikan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan setelah kejadian tersebut.

Gempa terjadi sekitar pukul 19.46 waktu Jepang dan tercatat mencapai level bawah 5 pada skala intensitas seismik Jepang yang memiliki rentang hingga 7. Getaran terkuat dirasakan di Prefektur Gunma dan Saitama yang berbatasan dengan wilayah Tokyo. Sementara itu, Prefektur Ibaraki mencatat intensitas level 4.

Akibat gempa tersebut, sejumlah layanan transportasi mengalami gangguan sementara. Operator kereta cepat Jepang menghentikan operasional jalur Tohoku Shinkansen dan Joetsu Shinkansen untuk melakukan pemeriksaan keselamatan pada rel dan infrastruktur pendukung. Langkah ini merupakan prosedur standar guna memastikan keamanan penumpang sebelum layanan kembali dijalankan.

Sejumlah warga di Tokyo melaporkan merasakan guncangan yang berlangsung beberapa detik. Namun hingga beberapa jam setelah kejadian, tidak ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa. Pemerintah daerah dan petugas darurat terus memantau kondisi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Wilayah ini sering mengalami gempa bumi akibat pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Oleh karena itu, Jepang memiliki sistem pemantauan gempa dan peringatan dini yang sangat maju untuk meminimalkan risiko bencana.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Jepang terus memperkuat standar bangunan tahan gempa serta meningkatkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Berbagai simulasi evakuasi rutin dilakukan di sekolah, kantor, dan fasilitas umum untuk memastikan kesiapsiagaan warga saat terjadi bencana alam.

Meski gempa kali ini tidak memicu tsunami dan tidak menimbulkan dampak besar, para ahli mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Otoritas Jepang juga mengimbau warga untuk mengikuti informasi resmi dari badan meteorologi dan lembaga penanggulangan bencana guna menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....