Bangsa Johor Menguat di Tengah Perubahan Ekonomi Besar

  • 08 Jun 2026 03:51 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Konsep Bangsa Johor terus menjadi identitas yang kuat bagi masyarakat Johor di tengah pesatnya perkembangan ekonomi negara bagian tersebut. Gagasan yang menekankan persatuan lintas suku, agama, dan kelas sosial ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat selama lebih dari satu abad. Didukung oleh keluarga kerajaan Johor, konsep tersebut bertujuan membangun rasa kebersamaan yang melampaui perbedaan etnis dalam masyarakat multikultural.

Akar Bangsa Johor dapat ditelusuri hingga masa pemerintahan Sultan Abu Bakar pada akhir abad ke-19. Saat itu, Johor berkembang menjadi pusat perdagangan dan perkebunan yang menarik banyak pendatang, terutama dari Tiongkok. Untuk menjaga keharmonisan sosial dan mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah kerajaan mendorong semangat persatuan yang menempatkan seluruh penduduk sebagai bagian dari komunitas Johor yang sama.

Warisan tersebut terus berkembang hingga kini seiring transformasi Johor menjadi salah satu pusat investasi terbesar di Malaysia. Pada 2025, Johor mencatat investasi lebih dari RM110 miliar, tertinggi di antara seluruh negara bagian Malaysia. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Singapura menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor manufaktur, semikonduktor, pusat data, logistik, dan perdagangan internasional.

Meski demikian, makna Bangsa Johor tidak dirasakan secara seragam di seluruh wilayah. Di daerah utara seperti Muar, Batu Pahat, dan Tangkak, sebagian masyarakat masih lebih menonjolkan identitas lokal dibandingkan identitas negara bagian. Perbedaan karakter sosial, budaya, dan jarak geografis dari Johor Bahru membuat sebagian warga melihat Bangsa Johor sebagai simbol yang lebih kuat di wilayah selatan dibandingkan daerah-daerah lain.

Perkembangan ekonomi yang pesat juga memunculkan tantangan baru. Konsentrasi investasi di Johor Bahru telah mendorong kenaikan harga properti dan biaya hidup. Kehadiran proyek-proyek besar serta kedekatan dengan Singapura meningkatkan nilai ekonomi kawasan, namun pada saat yang sama menimbulkan kekhawatiran bahwa sebagian warga lokal semakin sulit memiliki rumah atau menikmati manfaat pembangunan secara merata.

Bagi komunitas Tionghoa di Johor, Bangsa Johor dianggap sebagai simbol inklusivitas yang memberikan rasa diterima dalam masyarakat. Sejarah panjang hubungan baik antara keluarga kerajaan dan komunitas Tionghoa turut memperkuat identitas tersebut. Di sisi lain, kedekatan geografis dengan Singapura juga membentuk dinamika tersendiri karena pengaruh budaya, media, dan ekonomi negara tetangga tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Johor selama beberapa generasi.

Ke depan, Bangsa Johor akan menghadapi ujian penting seiring ambisi Johor menjadi pusat ekonomi regional dan kawasan investasi global. Keberhasilan konsep ini tidak hanya ditentukan oleh kebanggaan terhadap negara bagian, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dan institusi kerajaan memastikan pembangunan yang inklusif, menjaga keseimbangan antara identitas lokal dan nasional, serta memberikan manfaat yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah Johor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....