Perekrutan Talenta AI di India Melonjak, Lowongan Kerja TI Justru Turun

  • 04 Jul 2026 05:50 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kebutuhan perusahaan teknologi di India terhadap tenaga ahli kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus meningkat, bahkan melampaui tren perekrutan di sektor teknologi informasi (TI) secara keseluruhan. Kondisi ini mencerminkan perubahan strategi industri yang mulai memprioritaskan keahlian AI sebagai bagian penting dari transformasi bisnis.

Dilansir dari Reuters, data terbaru dari laporan bulanan JobSpeak milik portal rekrutmen Naukri menunjukkan bahwa sepanjang Juni, jumlah lowongan kerja untuk posisi AI tumbuh 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, total perekrutan di industri TI justru mengalami kontraksi sebesar 3 persen pada periode yang sama.

Laporan tersebut disusun berdasarkan analisis terhadap iklan lowongan kerja dari lebih dari 150 ribu perusahaan yang memanfaatkan platform Naukri untuk mencari tenaga kerja.

Perubahan tren ini terjadi di tengah tekanan yang sedang dihadapi industri TI India yang memiliki nilai sekitar 315 miliar dolar AS. Ketidakpastian ekonomi global membuat banyak perusahaan menunda investasi di bidang teknologi, sementara perkembangan AI mendorong pelaku industri untuk menyesuaikan model bisnis mereka.

Chief Executive Officer Info Edge, perusahaan induk Naukri, Hitesh Oberoi, menilai peningkatan perekrutan AI menjadi sinyal kuat mengenai arah investasi perusahaan teknologi saat ini.

"Perbedaan (antara perekrutan AI dan perekrutan TI secara keseluruhan) ini penting karena menunjukkan area yang masih menjadi fokus investasi perusahaan teknologi. AI semakin menjadi kemampuan inti, terutama ketika permintaan bergeser ke talenta yang lebih senior dan memiliki keahlian khusus."

Menurutnya, perusahaan kini tidak lagi sekadar mencari tenaga kerja di bidang teknologi, tetapi lebih memprioritaskan kandidat yang memiliki kompetensi khusus di bidang AI dan pengalaman yang lebih matang.

Perubahan strategi serupa juga mulai terlihat di perusahaan-perusahaan besar. Tata Consultancy Services (TCS), perusahaan layanan TI terbesar di India, sebelumnya mengungkapkan bahwa laju perekrutan pegawai kemungkinan akan melambat seiring semakin luasnya pemanfaatan agen AI dalam operasional perusahaan.

TCS bahkan menargetkan komposisi tenaga kerja yang menempatkan jumlah karyawan dan agen AI dalam porsi yang seimbang. Langkah tersebut mengikuti kebijakan efisiensi yang telah dilakukan perusahaan, termasuk memangkas lebih dari 12 ribu pekerja pada Juli tahun lalu. Secara keseluruhan, jumlah pegawai TCS juga berkurang lebih dari 23 ribu orang sepanjang tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026.

Fenomena meningkatnya kebutuhan tenaga AI tidak hanya terjadi di sektor teknologi informasi. Laporan JobSpeak juga mencatat bahwa permintaan terhadap profesi yang berkaitan dengan Artificial Intelligence dan machine learning melonjak 25 persen di 14 sektor industri.

Di antara berbagai bidang usaha tersebut, sektor asuransi dan barang konsumsi mencatat kenaikan perekrutan paling tinggi, menandakan bahwa adopsi AI kini semakin meluas dan tidak lagi terbatas pada perusahaan teknologi saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....