China Perketat Pengawasan Gaokao 2026, Kacamata Pintar Dilarang di Ruang Ujian
- 06 Jun 2026 05:29 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah China meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi nasional atau gaokao tahun 2026 dengan menerapkan pemeriksaan khusus terhadap kacamata yang digunakan peserta. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyalahgunaan perangkat pintar yang berpotensi digunakan untuk melakukan kecurangan selama ujian berlangsung.
Dilansir dari agencies, menjelang dimulainya gaokao pada 7 Juni, Kementerian Pendidikan China bersama sejumlah pemerintah daerah mengeluarkan serangkaian aturan baru yang menitikberatkan pada pengawasan perangkat elektronik. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kredibilitas ujian yang selama ini menjadi salah satu penentu masa depan akademik dan profesional para pelajar di negara tersebut.
Sekitar 13 juta siswa tercatat mendaftarkan diri sebagai peserta gaokao tahun ini. Besarnya jumlah peserta membuat pemerintah berupaya memastikan seluruh proses seleksi berlangsung secara adil tanpa campur tangan teknologi yang dapat memberikan keuntungan tidak sah kepada sebagian peserta.
Di Provinsi Guangdong, siswa yang datang dengan mengenakan atau membawa kacamata diwajibkan menyerahkannya terlebih dahulu untuk diperiksa sebelum memasuki ruang ujian. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada fitur elektronik tersembunyi yang memungkinkan komunikasi atau akses informasi selama ujian berlangsung.
Aturan serupa juga diberlakukan di Shanghai. Para peserta yang menggunakan kacamata koreksi penglihatan diminta mengikuti prosedur pemeriksaan yang dilakukan petugas pengawas. Sementara itu, pemerintah daerah Mongolia Dalam menginstruksikan para pengguna kacamata pintar agar beralih menggunakan kacamata biasa saat mengikuti ujian. Kebijakan yang sama turut diterapkan di Hebei dan Guizhou.
Dalam pemberitahuan resmi yang dipublikasikan melalui platform WeChat, Kementerian Pendidikan China menegaskan bahwa seluruh perangkat yang mampu mengirim maupun menerima data dilarang dibawa ke area ujian. Larangan tersebut mencakup telepon seluler, jam tangan pintar, gelang pintar, hingga kacamata pintar.
Pemerintah juga menyoroti insiden yang pernah terjadi pada 2022 ketika seorang peserta berhasil menyelundupkan telepon genggam ke ruang ujian. Perangkat tersebut kemudian digunakan untuk memotret soal dan mengirimkannya ke grup percakapan dengan tujuan memperoleh jawaban dari pihak lain.
Sebagai respons terhadap ancaman kecurangan berbasis teknologi, berbagai lokasi penyelenggaraan gaokao kini dilengkapi sistem keamanan yang lebih canggih. Sejumlah pusat ujian menggunakan gerbang deteksi pintar yang dipadukan dengan pemeriksaan manual untuk mengidentifikasi perangkat elektronik yang tidak diperbolehkan.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya popularitas kacamata pintar di pasar China. Produk tersebut kini banyak dibekali fitur kamera, perintah suara, hingga konektivitas internet yang memungkinkan pengguna mengakses informasi secara cepat. Perusahaan teknologi seperti Alibaba, Huawei, Xiaomi, dan China Unicom termasuk di antara produsen yang aktif mengembangkan perangkat tersebut.
Popularitas kacamata pintar di China juga didorong oleh kebijakan pemerintah yang memasukkannya ke dalam program subsidi nasional sejak awal tahun ini. Melalui program tersebut, masyarakat berhak memperoleh potongan harga hingga 15 persen dengan nilai bantuan maksimal 500 yuan untuk setiap pembelian produk yang memenuhi syarat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....