Perang Iran Bayangi Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing

  • 17 Mei 2026 07:35 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan konflik Iran. Agenda utama yang sebelumnya difokuskan pada perdagangan dan hubungan ekonomi kedua negara akhirnya ikut dibayangi perkembangan situasi di Timur Tengah. Reuters melaporkan isu keamanan kawasan menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut.

Konflik Iran dinilai semakin memengaruhi stabilitas global, terutama setelah ancaman gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz kembali mencuat. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu rute penting perdagangan energi dunia. Kondisi itu membuat banyak negara khawatir terhadap dampak ekonomi yang lebih luas apabila ketegangan terus meningkat.

Dalam pertemuannya dengan Xi Jinping, Donald Trump mengaku mulai kehilangan kesabaran terhadap Iran karena negosiasi yang berjalan belum menunjukkan hasil nyata.

“Saya kehilangan kesabaran terhadap Iran,” kata Donald Trump seperti dikutip Reuters.

Ia juga menegaskan pemerintahannya tetap ingin menekan Iran agar menghentikan langkah-langkah yang dianggap mengancam keamanan kawasan.

Sementara itu, Xi Jinping menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog terbuka.

“Semua pihak harus menahan diri dan menghindari langkah yang dapat memperburuk situasi,” ujar Xi Jinping dalam pernyataannya yang dilaporkan Reuters.

China menilai stabilitas kawasan Timur Tengah sangat penting bagi ekonomi global, termasuk bagi negara-negara Asia yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.

Meski isu Iran mendominasi pembahasan, Trump dan Xi tetap melanjutkan agenda kerja sama perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Kedua negara disebut masih membahas tarif impor, investasi, serta upaya menjaga stabilitas ekonomi dunia. Namun para pengamat menilai pembicaraan ekonomi kali ini tidak sekuat agenda-agenda sebelumnya karena perhatian internasional lebih tertuju pada situasi Iran.

Reuters melaporkan konflik Iran juga memengaruhi pasar energi global. Harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat kekhawatiran terganggunya pasokan dari Timur Tengah. Kondisi tersebut ikut memberikan tekanan terhadap sejumlah negara yang masih bergantung pada impor minyak untuk kebutuhan industri dan transportasi.

Di sisi lain, situasi ini dinilai memberi posisi strategis bagi China dalam percaturan politik internasional. China dianggap memiliki pengaruh penting karena hubungan ekonominya dengan Iran dan negara-negara Timur Tengah cukup kuat. Para analis melihat Beijing kini berpeluang memainkan peran diplomatik yang lebih besar di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Ketegangan konflik Iran juga menjadi tantangan politik bagi Donald Trump di dalam negeri. Reuters menyebut meningkatnya tekanan geopolitik dapat memengaruhi citra pemerintahan Trump menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat. Karena itu, pemerintah Amerika Serikat kini berupaya menjaga keseimbangan antara tekanan terhadap Iran dan upaya mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....