WHO Revisi Data Hantavirus, Total Kasus Global Kini Tinggal 10

  • 16 Mei 2026 01:34 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - World Health Organization melakukan pembaruan data terkait penyebaran hantavirus dengan menurunkan jumlah kasus global menjadi 10 kasus. Revisi ini dilakukan setelah seorang warga Amerika Serikat yang sebelumnya masuk dalam daftar suspek dipastikan tidak terinfeksi virus tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan.

Dilansir dari Reuters, pejabat WHO, Maria Van Kerkhove, menyebut laporan awal sempat memasukkan satu individu dengan hasil tes yang belum final. Setelah verifikasi tambahan dilakukan oleh otoritas kesehatan AS, hasil akhirnya menunjukkan orang tersebut negatif hantavirus.

Kasus wabah ini bermula dari kapal pesiar MV Hondius asal Belanda yang menjalani pelayaran ekspedisi kutub setelah bertolak dari Argentina pada awal April lalu. Hingga kini, tiga korban meninggal dunia telah tercatat, yakni sepasang warga Belanda dan seorang warga negara Jerman.

Dampak wabah membuat sejumlah kru kapal, penumpang, serta orang-orang yang sempat melakukan kontak erat harus menjalani isolasi dan pengawasan kesehatan di beberapa negara Eropa.

Di United States, pejabat kesehatan menyatakan belum ditemukan kasus positif hantavirus. Meski demikian, puluhan orang masih dipantau karena diduga memiliki riwayat kontak berisiko, termasuk belasan individu yang menjalani karantina di Nebraska dan Atlanta.

Jenis virus yang teridentifikasi dalam insiden ini adalah virus Andes, salah satu strain hantavirus langka yang diketahui dapat menyebar antar manusia dalam situasi tertentu, terutama melalui interaksi dekat dalam waktu lama. Varian tersebut sebelumnya memang telah ditemukan di sejumlah wilayah Argentina dan Chile selama bertahun-tahun.

Maria Van Kerkhove menegaskan WHO belum menemukan indikasi perubahan karakter virus yang membuatnya lebih mudah menular ataupun lebih berbahaya. Organisasi kesehatan dunia itu juga memastikan wabah ini tidak berada pada level ancaman pandemi seperti COVID-19.

Hantavirus sendiri umumnya berasal dari hewan pengerat dan dapat menyebar lewat paparan urine, air liur, maupun kotoran hewan yang terinfeksi. Walaupun penularan antarmanusia dapat terjadi, kasus seperti itu tergolong sangat jarang. Masa inkubasi virus diperkirakan berlangsung antara satu hingga enam minggu sebelum gejala muncul.

Sampai sekarang, belum ada vaksin ataupun obat antivirus khusus untuk menangani hantavirus. Penanganan pasien masih difokuskan pada perawatan suportif guna menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

WHO juga meminta individu yang memiliki risiko paparan tinggi menjalani observasi serta karantina selama 42 hari setelah kontak terakhir. Sementara kontak berisiko rendah diminta tetap memantau kondisi kesehatannya dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala tertentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....