Singapura Waspadai Virus Nipah Meskipun Belum Ada Kasus

  • 07 Feb 2026 12:33 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Singapura meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya laporan infeksi virus Nipah di Bangladesh. Meski demikian, otoritas kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan satu pun kasus di wilayah Singapura. Pemantauan jangka panjang terhadap populasi kelelawar lokal juga menunjukkan hasil negatif terhadap virus tersebut.


DIlansir dari CNA, Communicable Diseases Agency (CDA) pada Sabtu, 7 Februari 2026, menyampaikan bahwa pihaknya secara aktif mengikuti perkembangan satu kasus Nipah yang terjadi di bagian barat laut Bangladesh. CDA menegaskan, tidak ada indikasi penularan yang berdampak ke Singapura, baik dari Bangladesh maupun dari India.

Kasus tersebut tercatat di Distrik Naogaon, yang berada di Divisi Rajshahi, Bangladesh. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi seorang perempuan meninggal dunia pada Januari lalu setelah terpapar virus Nipah. Korban diketahui sempat mengonsumsi nira kurma segar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sumber utama penularan virus tersebut.

Menurut CDA, virus Nipah merupakan penyakit endemik di Bangladesh dan kerap muncul secara musiman. Pola penularannya sering dikaitkan dengan konsumsi nira kurma mentah yang terkontaminasi cairan tubuh kelelawar pemakan buah.

CDA juga menekankan tidak ada bukti keterkaitan antara kasus ini dengan laporan infeksi terbaru di wilayah Benggala Barat, India. Selain itu, belum ditemukan tanda-tanda penularan antarmanusia maupun penyebaran aktif di tingkat komunitas di kedua wilayah tersebut.

Sejauh ini, Singapura masih bebas dari kasus Nipah yang berkaitan dengan situasi di Bangladesh maupun India. Program pemantauan biologis terhadap kelelawar yang telah berjalan sejak 2011 juga belum pernah mendeteksi keberadaan virus Nipah di negara tersebut.

Sejak 28 Januari, Singapura secara bertahap memperketat langkah pencegahan. Tenaga medis dan fasilitas laboratorium diwajibkan segera melaporkan setiap temuan kasus yang terkonfirmasi maupun yang dicurigai. Dokter juga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap pasien dengan gejala tertentu dan riwayat perjalanan ke daerah berisiko.

Pemeriksaan suhu tubuh kini diberlakukan di seluruh pintu masuk udara dan laut bagi pelaku perjalanan dari wilayah terdampak di India. Selain itu, imbauan kesehatan juga disampaikan secara langsung kepada para penumpang.

Formulir deklarasi kesehatan bagi pendatang telah diperbarui dengan mencantumkan virus Nipah sebagai salah satu indikator pemantauan. Pengawasan terhadap pekerja migran asal Asia Selatan yang baru tiba di Singapura juga diperketat.

CDA kembali mengingatkan masyarakat yang bepergian ke wilayah terdampak agar menghindari konsumsi makanan dan minuman yang berpotensi terpapar kelelawar, termasuk nira kurma mentah serta buah yang jatuh ke tanah.

Selain itu, pelancong diimbau menjauhi kontak langsung dengan individu sakit dan hewan, khususnya kelelawar dan babi, serta menghindari lokasi tempat koloni kelelawar bersarang.

CDA memastikan akan terus mengikuti dinamika global terkait virus Nipah dan siap menyesuaikan kebijakan kesehatan masyarakat sesuai kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....