Penerbangan Singapore Airlines Terganggu Akibat Badai Salju AS
- 24 Jan 2026 18:27 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Sejumlah penerbangan Singapore Airlines (SIA) menuju dan dari New York terpaksa dibatalkan akibat badai salju besar yang melanda wilayah Amerika Serikat. Gangguan ini terjadi seiring meluasnya dampak Winter Storm Fern yang diperkirakan memengaruhi sedikitnya 160 juta orang di berbagai negara bagian.
Badai musim dingin tersebut menimbulkan kekacauan transportasi, pemadaman listrik, serta suhu ekstrem yang mengancam keselamatan. Akibatnya, aktivitas penerbangan menuju Amerika Serikat mengalami gangguan serius, termasuk pada rute-rute internasional yang dioperasikan Singapore Airlines.
Adapun penerbangan SIA yang dibatalkan (waktu setempat) meliputi:
SQ22 rute Singapura–New York (Newark), 25 Januari pukul 00.40
SQ21 rute New York (Newark)–Singapura, 25 Januari pukul 09.35
SQ22 rute Singapura–New York (Newark), 26 Januari pukul 00.40
SQ21 rute New York (Newark)–Singapura, 26 Januari pukul 09.35
SQ24 rute Singapura–New York (JFK), 25 Januari pukul 12.10
SQ23 rute New York (JFK)–Singapura, 25 Januari pukul 22.05
SQ26 rute Frankfurt–New York (JFK), 25 Januari pukul 08.35
SQ25 rute New York (JFK)–Frankfurt, 25 Januari pukul 20.15
SQ26 rute Frankfurt–New York (JFK), 26 Januari pukul 08.35
SQ25 rute New York (JFK)–Frankfurt, 26 Januari pukul 20.15
Dalam pengumuman di situs resminya, Singapore Airlines menyebutkan bahwa situasi masih sangat dinamis dan penerbangan lain juga berpotensi terdampak. Maskapai memastikan akan menghubungi para penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.
Penumpang juga dapat memantau informasi terbaru melalui halaman Flight Status di situs resmi SIA. Maskapai menegaskan bahwa pelanggan yang terdampak akan dialihkan ke penerbangan alternatif atau dapat mengajukan pengembalian dana penuh untuk sisa tiket yang belum digunakan.
Menurut data FlightAware, lebih dari 3.200 penerbangan domestik dan internasional menuju, dari, dan di dalam wilayah AS telah dibatalkan sepanjang akhir pekan. Badai ini diperkirakan melanda kawasan padat penduduk di wilayah Mid-Atlantic dan Timur Laut AS, membentang dari New Mexico hingga pesisir timur, termasuk Kota New York.
Gubernur New York, Kathy Hochul, mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah karena kondisi cuaca ekstrem yang membahayakan kesehatan. New York City sendiri diprediksi dapat diguyur salju hingga 30 sentimeter. Sementara itu, di wilayah seperti Minnesota dan North Dakota, suhu pascabadai bahkan diperkirakan bisa turun drastis hingga di bawah minus 46,6 derajat Celsius akibat hembusan angin dingin ekstrem.
Kondisi ini menunjukkan betapa cuaca ekstrem masih menjadi tantangan besar bagi dunia penerbangan internasional, terutama di musim dingin kawasan Amerika Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....