Paylater Online Antara Kemudahan dan Risiko Finansial

  • 10 Sep 2025 15:14 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Dalam beberapa tahun terakhir, layanan keuangan digital berbasis paylater semakin populer di Indonesia. Fitur ini memungkinkan pengguna membeli barang atau jasa sekarang, lalu membayarnya di kemudian hari dengan sistem cicilan. Kemudahan yang ditawarkan membuat paylater diminati, terutama oleh generasi muda yang gemar belanja daring. Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat dampak positif dan negatif yang perlu dicermati.

Menurut pengamat ekonomi dan sosial, Wardi mengatakan bahwa terdapat dampak Positif Paylater diantaranya paylater mempermudah konsumen membeli kebutuhan mendesak meski dana terbatas selain itu dengan meningkatnya penggunaan paylater, transaksi e-commerce melonjak signifikan. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

“Bagi sebagian orang, paylater bisa menjadi alat bantu mengatur arus kas. Cicilan bulanan yang ringan dianggap lebih mudah dikelola dibandingkan mengeluarkan uang sekaligus,” tambahnya.

Dikatakan Wardi bahwa berbeda dengan kredit konvensional yang membutuhkan agunan, paylater biasanya hanya memerlukan verifikasi identitas. Prosesnya singkat sehingga lebih inklusif bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.

Dari sisi kemanfaatan juga terdapat dampak Negatif Paylater yakni akses kemudahan berbelanja tanpa uang tunai seringkali mendorong perilaku impulsif. Banyak pengguna akhirnya membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Meskipun terlihat ringan, layanan paylater seringkali membebankan bunga atau biaya administrasi tambahan. Jika tidak cermat membaca syarat dan ketentuan, pengguna bisa terjebak dalam utang yang membengkak.

“Bahayanya jika cicilan menumpuk dan melebihi kemampuan bayar, paylater justru menjadi beban. Data menunjukkan, sebagian pengguna paylater mengalami kesulitan keuangan karena tidak disiplin mengelola pembayaran,” Ungkapnya.

Sebagai layanan berbasis digital,Ia mengatakan paylater rentan terhadap kebocoran data pribadi apabila penyedia tidak memiliki sistem keamanan yang memadai. Hal ini bisa mengancam privasi pengguna.

Paylater online ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi memberi kemudahan dan akses inklusif terhadap layanan keuangan, namun di sisi lain berpotensi menjerat pengguna dalam masalah finansial jika tidak digunakan dengan bijak. Kuncinya adalah kesadaran dan kedisiplinan. Gunakan paylater hanya untuk kebutuhan penting, bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....