BEI Ungkap Masyarakat Mulai Gunakan THR Untuk Berinvestasi
- 30 Mar 2026 20:07 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Jakarta - Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya dinanti sebagai dana tambahan untuk belanja, mudik, atau berbagi dengan keluarga, kini mulai dilirik sebagai peluang untuk membangun kebiasaan investasi. Para pelaku pasar modal syariah menilai momen ini tepat bagi masyarakat untuk menyisihkan sebagian THR guna membangun aset jangka panjang.
Kepala Divisi Pasar Modal Syariah PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Irwan Abdalloh, dalam berbagai kesempatan edukasi menyampaikan bahwa momentum penerimaan THR sangat ideal untuk memulai kebiasaan berinvestasi. Menurutnya, THR seharusnya tidak hanya menjadi dana konsumsi, tetapi juga titik awal membangun aset.
“Dengan menyisihkan sebagian THR ke instrumen investasi syariah, masyarakat belajar menunda kesenangan sesaat demi keberlanjutan kesejahteraan di masa depan,” ujar Irwan.
Pasar modal syariah di Indonesia menawarkan beragam produk investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjunjung prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi berlebihan). Seluruh produk yang tersedia telah melalui proses seleksi dan pengawasan sesuai ketentuan syariah, sehingga investor dapat merasa lebih tenan dalam berinvestasi.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah saham syariah, yakni saham dari perusahaan dengan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan memenuhi kriteria keuangan tertentu. Daftar saham syariah tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diperbarui secara berkala oleh Otoritas Jasa Keuangan.
BEI memiliki sejumlah indeks saham syariah yang dapat menjadi acuan investor. Terdapat Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) yang berisikan seluruh saham syariah yang tercatat di BEI, Jakarta Islamic Index (JII) yang berisi 30 saham syariah paling likuid, serta indeks lain seperti JII70, IDX Sharia Growth, IDX-MES BUMN17, dan S&P/IDX Indonesia Shariah High Dividend Index. Informasi lengkap mengenai indeks saham syariah tersedia di laman resmi BEI.
Selain saham, masyarakat juga dapat mempertimbangkan sukuk, yang kerap disebut sebagai obligasi syariah. Berbeda dengan obligasi yang merupakan instrumen utang, sukuk merupakan bukti penyertaan atau pembiayaan aset atau proyek yang mendasarinya sesuai syariah. Sukuk diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan untuk pembiayaan proyek tertentu dan umumnya menawarkan imbal hasil yang relatif stabil.
Bagi investor pemula, reksa dana syariah menjadi pilihan yang lebih praktis. Dana dari investor akan dikelola oleh manajer investasi profesional ke dalam portofolio efek syariah yang terdiversifikasi. Dengan modal yang relatif terjangkau, masyarakat dapat mulai berinvestasi tanpa perlu menganalisis pasar secara mendalam.
Irwan menegaskan pentingnya memulai dari nominal kecil. “Tidak perlu menunggu dana besar untuk mulai berinvestasi. Justru kebiasaan menyisihkan secara rutin, meski nilainya tidak terlalu besar, yang akan memberikan hasil signifikan dalam jangka panjang,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa investasi syariah bukanlah aktivitas spekulatif. Pasar modal syariah mendorong pola pikir investor dalam pengambilan keputusan agar berfokus terhadap kepemilikan aset produktif dan pertumbuhan nilai dengan memahami bisnis perusahaan, bukan hanya berfokus pada pergerakan harga jangka pendek tanpa mempertimbangkan fundamental perusahaan.
Lebih dari sekadar potensi keuntungan, menyisihkan THR untuk investasi juga melatih disiplin keuangan. Ketika seseorang mampu menahan diri untuk tidak menghabiskan seluruh dana tambahan, ia sedang membangun karakter finansial yang lebih kuat. Dalam jangka panjang, akumulasi dari kebiasaan kecil ini dapat berkembang menjadi portofolio yang signifikan.
Jika setiap tahun sebagian THR diinvestasikan selama 10 hingga 20 tahun, potensi pertumbuhannya dinilai jauh lebih besar dibandingkan jika dana tersebut habis untuk konsumsi sesaat.
Edukasi investasi syariah telah dilakukan secara masif melalui berbagai kanal, termasuk penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah. Kemudahan pembukaan rekening secara daring membuat generasi muda pun dapat mulai berinvestasi hanya dengan modal ratusan ribu rupiah.
Mengalokasikan THR ke produk pasar modal syariah dinilai sebagai langkah nyata dalam memadukan nilai spiritual dan tanggung jawab finansial. Dengan niat yang baik, disiplin, serta pemahaman yang tepat, investasi tidak lagi terasa rumit atau menakutkan, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar membangun kesejahteraan yang berkelanjutan dan sesuai prinsip syariah.
Informasi lebih lanjut mengenai pasar modal syariah tersedia melalui akun Instagram resmi @idxislamic dan laman web www.idxislamic.idx.co.id.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....